Peneliti menyebut Mars pernah memiliki atmosfer tebal dan samudera menyerupai Bumi.
Peneliti menyebut Mars pernah memiliki atmosfer tebal dan samudera menyerupai Bumi.

Dahulu, Mars Punya Samudera dan Atmosfer Tebal Serupa Bumi

Teknologi air telah ditemukan di mars antariksa
Lufthi Anggraeni • 09 September 2019 15:23
Jakarta: Ilmuwan masih melaksanakan penelitian terkait dengan kehadiran isotope oksigen di planet Mars, dan laporan penelitian terbaru bertajuk Icarus menyebut bahwa planet yang kini didominasi oleh warna merah ini sebelumnya memiliki atmosfer tebal menyerupai Bumi.
 
Kehadiran isotop oksigen pada atmosfer ini memungkinkan air tetap menggenangi permukaan planet dan tidak menguap, sehingga Mars juga diperkirakan para ilmuwan pernah menjadi planet yang memiliki samudera, seperti laporan Digital Trends.
 
Sebagai informasi, isotop merupakan versi dari atom, dalam kasus ini adalah oksigen, yang memiliki massa berbeda dari masa oksigen pada umumnya, karena memiliki jumlah neutron berbeda sehingga berbobot lebih berat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan bobot lebih berat tersebut, isotope diperkirakan tetap berada pada atmosfer planet Mars, sedangkan isotope berbobot lebih ringan akan lebih mudah menghilang ke luar angkasa. Jika dibandingkan dengan Bumi, isotop pada atmosfer Mars berbobot yang lebih berat 18O, sedangkan isotope berbobot lebih ringan 16O.
 
Ilmuwan dapat memanfaatkan informasi untuk memperkirakan kecepatan atmosfer Mars menghilang. Namun, rasio antara dua isotop ini sering kali tidak berada di titik stabil, sebab pada perhitungan sebelumnya, isotop di Mars dan Bumi memperoleh nilai berbeda terkait rasio isotop.
 
Kepala ilmuwan Timothy Livengood menyebut pada penelitian sebelumnya, timnya menggunakan metode pengukuran tunggal dengan cara yang menunjukan rasio berbeda di setiap harinya, dan bukan metode perbandingan antar perangkat mandiri.
 
Pada hasil pengukuran tersebut rasio isotop memiliki perbedaan dari sembilan persen di isotope berbobot berat pada siang hari di Mars, hingga delapan persen isotop berbobot berat pada pukul 1:30 siang, jika dibandingkan dengan rasio isotope normal pada oksigen Bumi.
 
Hal ini menjelaskan bahwa pengukuran atmosfer Mars sebelumnya mengalami kontradiksi. Pengukuran ini juga dijelaskan Timothy menampilkan kehilangan atmosfer merupakan proses yang masih perlu dipahami oleh ilmuwan.
 
Kehadiran atmosfer dan samudera turut menjadi bukti bahwa planet Mars pernah memiliki kehidupan layaknya Bumi, meski para ilmuwan masih berupaya untuk mengumpulkan bukti untuk mendukung analisa mereka tersebut.
 
Sebelumnya, India menjadi negara keempat di dunia yang berhasil melakukan misi pendaratan di Bulan, sebab pesawat nirawak milik negara ini mendarat di Bulan pada hari Sabtu, 7 September 2019 waktu India.
 
Indian Space Research Organization (ISRO) menyebut bahwa pesawat antariksa Chandrayaan-2 dalam dua minggu terakhir sudah mengobit di dekat Bulan dan kali ini sudah dalam jarak terdekat.
 
India kehilangan kontak dengan pesawat ruang angkasa tak berawaknya, Chandrayaan-2, beberapa saat sebelum melakukan pendaratan bersejarah di Bulan, Sabtu, 7 September 2019. ISRO meluncurkan Chandrayaan-2 untuk melakukan misi ke Bulan pada 23 Juli 2019 lalu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif