Ini Arti Perkataan Groot untuk Rocket di Infinity War
Sutradara James Gunn beritahu arti kalmiat Groot yang terakhir. (Marvel Studios).
Artikel ini mengandung spoiler Avengers: Infinity War. 

Jakarta: James Gunn, sutradara Guardians of the Galaxy, cukup aktif di Twitter. Sama seperti J.K. Rowling, Gunn tidak keberatan untuk menjawab pertanyaan fans di situs microblogging tersebut.

Pada bulan Februari lalu, dia merespons cuitan seorang fan dan menjelaskan bahwa Groot -- karakter pohon yang menjadi salah satu karakter favorit di film pertama Guardians -- mati dan Baby Groot adalah anaknya


Sekarang, Gunn menjawab pertanyaan lain tentang Groot. Pada akhir Avengers: Infinity War, Thanos berhasil mendapatkan keenam Infinity Stones dan memusnahkan setengah populasi di galaksi.

Groot merupakan salah satu karakter yang mati. Sebelum dia berubah menjadi debu, kalimat terakhir yang dia ucapkan adalah "I am Groot" -- satu-satunya kalimat yang dia ucapkan sepanjang film. 

Namun, seperti yang disebutkan The Verge, pengisi suara Groot Vin Diesel mendapatkan naskah khusus yang menjelaskan tentang apa yang Groot coba ungkapkan. Tujuannya adalah agar Vin Diesel bisa mengucapkan kalimat itu dengan nada yang sesuai. 

Seorang fan yang penasaran, bertanya pada Gunn tentang apa arti dari "I am Groot" yang dia ucapkan pada Rocket sebelum dia berubah menjadi debu.
 
"Ayah," jawab Gunn. Jawaban sang sutradara menuai banyak respons. Hingga berita ini dibuat, kicauannya telah mendapatkan lebih dari 59 ribu Like dan 26 ribu komentar. Sebagian besar mengaku jawaban Gunn membuat mereka menangis. 

Groot pertama adalah rekan Rocket. Dan dia mati pada akhir film Guardians pertama. Namun, Rocket menemukan ranting dari Groot dan meletakannya di sebuah pot.

Ranting inilah yang menjadi Baby Groot pada Guardians of the Galaxy Vol. 2. Groot sudah menjadi remaja pada Infinity War. 

Sepanjang film, dia digambarkan sebagai remaja yang terobsesi dengan game dan tidak tertarik dengan apapun di sekitarnya. Tidak terlihat bahwa dia melihat Rocket sebagai sosok ayah.

Peter Quill justru lebih terlihat kebapakan, mengingat dialah yang meminta Groot membereskan kamarnya. Meskipun begitu, sebelum kematiannya, Groot berpaling pada Rocket.

Gunn lalu meminta maaf karena jawabannya telah membuat banyak orang sedih. Pada saat yang sama, dia mengaku senang karena para penggemar sangat mencintai karakter Guardians. 
 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.