Satelit Cuaca NASA Kini Hanya Sebesar Kotak Sepatu

Ellavie Ichlasa Amalia 26 September 2018 14:04 WIB
nasa
Satelit Cuaca NASA Kini Hanya Sebesar Kotak Sepatu
Ilustrasi.
Jakarta: Badai kini menjadi semakin besar. Namun, alat pelacak badai justru menjadi semakin kecil. NASA sedang menguji beberapa nanosatelit yang memiliki ukuran sebesar kotak sepatu untuk memonitor badai di dunia. Dan hasil awal pengujian ini terlihat menjanjikan. 

NASA Jet Propulsion Laboratory mencoba menggunakan RainCube (Radar in a CubeSat) untuk mengetahui apakah sekumpulan satelit cuaca kecil akan bisa memberikan data tentang cuaca yang lebih komprehensif dengan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih murah, menurut laporan CNET

Alasan JPL menggunakan sekumpulan satelit mini adalah satelit-satelit kecil yang terbang bersama seperti angsa diperkirakan akan bisa memberikan data real-time di bagian dalam badai dengan lebih sering. Dengan begitu, sekumpulan satelit ini akan bisa melacak gerakan hujan, salju dan badai dengan lebih akurat. 


"Pada akhirnya, kami mendapatkan informasi yang lebih menarik dengan menggunakan sekumpulan satelit daripada ketika kami hanya menggunakan satu satelit," kata Graeme Stephens, Director of Center for Climate Sciences di NASA Jet Propulsion Laboratory. 

RainCube memiliki bobot sekitar 12 kilogram dengan antena sepanjang 50 centimenter. Antena ini berfungsi untuk mengirimkan sinyal radar khusus ke lapisan badai. Sinyal tersebut lalu akan terpantul oleh titik hujan dan mengirimkan kembali gambar dari apa yang terjadi pada bagian dalam badai.

Sistem radar biasanya memiliki ukuran besar. Namun, para teknisi JPL bisa mengecilkan sistem itu sehingga ia bisa dimasukkan ke dalam CubeSat, sebuah nanosatelit. Ukuran yang lebih kecil ini juga berarti satelit tersebut memakan daya lebih sedikit. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.