Peluncuran Chandrayaan-2. (ISRO)
Peluncuran Chandrayaan-2. (ISRO)

India Sukses Luncurkan Roket ke Bulan

Teknologi antariksa poptech
Ellavie Ichlasa Amalia • 23 Juli 2019 12:11
Jakarta:India sukses menjalankan misi ke Bulan, satu minggu setelah mereka menunda peluncuran roket karena alasan teknis.
 
Chandrayaan-2 diluncurkan pada pukul 14.43 waktu lokal dari Pusat Antariksa Sriharikota. Ketua Indian Space Research Organisation (ISRO) mengatakan bahwa organisasi yang dia pimpin dapat pulih kembali setelah penundaan peluncuran pertama.
 
India telah mengucurkan USD145 juta untuk misi ini. Mereka berharap, mereka akan menjadi negara pertama yang sukses mendarat di kutub selatan Bulan, lapor BBC.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pesawat luar angkasa itu telah memasuki orbit Bumi. Ia akan ada di sana selama 23 hari sebelum ia akan memulai manuver yang akan membawanya ke orbit Bulan.
 
Jika sukses, India akan menjadi negara keempat yang bisa mendaratkan pesawat di Bulan. Tiga negara lainnya adalah Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Peluncuran ini disiarkan di TV dan akun media sosial resmi ISRO.
 
Beberapa menit setelah peluncuran, tepuk tangan bergaung di ruangan kendali ISRO. Untuk pertama kalinya dalam sejarah india, misi ke luar angkasa dipimpin oleh dua wanita, yaitu Muthaya Vanitha sebagai Project Director dan Ritu Karidhal, Mission Director.
 
Ini adalah misi paling kompleks yang pernah ISRO coba lakukan.
 
"Ini adalah awal perjalanan bersejarah India ke Bulan," kata Chief ISRO, K Sivan dalam pidato setelah peluncuran ini. Dia mengucapkan terima kasih pada hampir 1.000 peneliti, teknisi, dan staf lain yang berkontribusi dalam misi ini.
 
"Tugas saya untuk berterima kasih pada semua orang yang telah mengerjakan tugasnya." Perdana Menteri India, Narendra Modi memuji kesuksesan ini melalui akun Twitter resminya.
 
Chandrayaan-2 yang berarti Kendaraan Bulan 2 akan mencoba untuk mendaratkan diri di kutub selatan Bulan. Fokus dari misi ini adalah untuk mencari air dan mineral di permukaan Bulan, serta menghitung gempa di Bulan.
 
India menggunakan roket tertangguh mereka, Geosynchronous Satellite Launch Vehicle Mark III (GSLV Mk-III). Ia memiliki panjang 44 meter dan bobot 640 ton, hampir 1,5 kali lipat dari jumbo jet 747 yang terisi penuh.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif