Ilustrasi.
Ilustrasi.

Anda Bisa Liat Super Snow Moon Malam Ini, Apa Itu?

Teknologi antariksa poptech
Ellavie Ichlasa Amalia • 19 Februari 2019 20:54
Jakarta:Anda bisa memandang fenomena supermoon di langit Indonesia malam ini.
 
Super Snow Moon terjadi ketika Bulan purnama saat ia berada pada jarak paling dekat dengan Bumi. Fenomena super snow moon membuat Bulan terlihat lebih terang dan lebih besar dengan Bumi, meski Anda tidak akan bisa membedakan jarak super snow moon dengan Bulan biasa dengan mata telanjang.
 
Sebagai satelit alami Bumi, Bulan mengitari Bumi. Rata-rata jarak Bulan ke Bumi, menurut space.com, adalah 382,9 ribu kilometer. Namun, jarak terdekat (apogee) dan jarak terjauh (perigee) Bulan ke Bumi selalu berubah setiap siklus rotasi Bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alasan utama mengapa orbit Bulan tidak berbentuk lingkaran sempurna adalah karena ada gaya gravitasi yang menarik Bulan," kata Deputy Scientist dari Lunar Reconnaissance Orbiter, NASA Noah Petro.
 
Dia menjelaskan gravitasi Bumi, matahari, dan planet-planet lain juga memengaruhi orbit Bulan.

 
Menurut BMKG, Bulan akan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang ketika ia ada dititik tedekat jika dibandingkan dengan ketika Bulan ada di titik terjauh.
 
"Karena jarak Bumi-Bulan pada malam ini adalah jarak yang paling dekat dalam setahun ini, maka purnamanya disebut sebagai 'purnama perige' atau supermoon!" tulis BMKG dalam akun Twitter resminya.
 
BMKG juga menjelaskan mengapa supermoon tidak terjadi setiap bulan. Mereka menjelaskan, alasannya adalah karena waktu dari satu purnama ke purnama lain selalu berbeda. Selain itu, waktu Bulan mencapa titik perige ke titik perige berikutnya juga berbeda.
 
"Pada hari ini, Bulan berada di perige pada pukul 16:02 WIB, dengan jarak Bumi-Bulan sejauh 356.761 km. Enam jam 51 menit kemudian, atau pukul 22:53 WIB, Bulan berada pada fase purnama," kata BMKG.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi