X-Men: Dark Phoenix Lebih Mirip Drama Superhero

Ellavie Ichlasa Amalia 13 Maret 2018 12:41 WIB
poptech
X-Men: Dark Phoenix Lebih Mirip Drama Superhero
Sophie Turner akan kembali menjadi Jean Gray.
Jakarta: Fox pastinya berharap X-Men: Dark Phoenix akan mendapatkan sambutan yang lebih baik dari X-Men: Apocalypse atau X-Men: The Last Stand, yang merupakan usaha mereka untuk mengadaptasi "The Dark Phoenix Saga" pada 2006.

Untuk membuat film X-Men terbaru ini berbeda dari film-film X-Men sebelumnya, penulis skenario/sutradara Simon Kinberg tampaknya mencoba membuat Dark Phoenix lebih menyerupai drama daripada film superhero biasa. 

"Jean jadi gila dalam film tersebut," kata Tye Sheridan, aktor pemeran Cyclops pada TheWrap.


"Yah, Cyclops tidak berpikir Jean menjadi gila -- Cyclops hanya berpikir bahwa dia harus menyelesaikan masalahnya. Ini menarik, drama dalam film itu. Kami membuat film ini lebih menyerupai film drama daripada film superhero."

Sophie Turner, yang kembali berperan sebagai Jean Grey dalam Dark Phoenix pernah menyebutkan bahwa film terbaru X-Men itu lebih menyerupai "drama yang kelam". Senada dengan Turner, Jennifer Lawrence -- aktris yang telah memerankan Mystique sejak X-Men: First Class pada 2011 -- juga mengategorikan Dark Phoenix sebagai film drama, lapor CBR

Meskipun Fox telah akan diakuisisi oleh Disney, Fox dikabarkan tetan berencana untuk meluncurkan delapan film X-Men dalam waktu tiga tahun ke depan. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.