LAPAN memberikan tanggapan terhadap teori hantaman asteroid sebagai penyebab dinosaurus punah.
LAPAN memberikan tanggapan terhadap teori hantaman asteroid sebagai penyebab dinosaurus punah.

Tanggapan LAPAN Soal Temuan Dinosaurus Punah Akibat Asteroid

Teknologi antariksa teknologi
Lufthi Anggraeni • 03 Juli 2020 14:53
Jakarta: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan tanggapan resminya terkait dengan informasi yang menyebut bahwa dinosaurus punah akibat hantaman asteroid. Informasi lain menyebut bahwa dinosaurus punah akibat letusan gunung berapi.
 
Sebagai informasi, penelitian ini menunjukan bahwa hantaman asteroid menyebabkan efek yang disebut dengan istilah Impact Winter. Efek ini menyebabkan Bumi mengalami musim dingin berjangka waktu lama, akibat debu tebal hasil hantaman asteroid yang menghalangi sinar matahari masuk ke permukaan bumi, sehingga kehilangan panas.
 
"Teori impact winter yang saat ini ada bukti-bukti dan modelnya yang paling bisa menjelaskan kepunahan dinosaurus. Asteroid diperkirakan berdiameter 10 km membentuk kawah besar di Semenanjung Yukatan, Meksiko. Bekas kawah terbesar itu dikaitkan dengan tumbukan asteroid yang melontarkan debu sampai stratosfer," ujar Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teori kepunahan dinosaurus ini dijelaskan Thomas telah beredar sejak tahun 1990an, dan debu akibat hantaman asteroid ini menyebar ke seluruh dunia dan bertahan secara stabil dan dalam jangka waktu lama di strastosfer.
 
Debu menghalangi cahaya matahari masuk ke Bumi sehingga suhu Bumi menurun dan mengalami musim dingin, yang diperkirakan berlangsung selama belasan hingga puluhan tahun dan mengakibatkan kematian vegetasi di planet nomor tiga di tata surya Bima Sakti ini.
 
Kematian vegetasi ini berdampak pada penurunan hingga kelangkaan bahan pangan sebagian dinosaurus yang merupakan herbivora. Dengan demikian, hewan besar pemakan tumbuhan ini kemudian punah dan menurunkan jumlah mangsa dinosaurus karnivora, sehingga mereka pun turut punah.
 
Thomas menjelaskan asteroid penghantam semenanjung Yukatan ditaksir berukuran sekitar 10 km dan berbobot satu triliun ton. Asteroid ini diprediksi langsung menembus bumi dan habis terbakar atmosfer, dan benturan menyebabkannya hancur menjadi debu sehingga asteroid ini tidak tersisa.
 
Hantaman asteroid ini menyebabkan gelombang raksasa di laut Karibia, dan menghamburkan debu ke atmosfer, serta menyebabkan terbentuknya kawah raksasa berdiameter 180 km, atau hampir seluas provinsi Jawa Barat.
 
Energi ledakan dari hantaman asteroid ini disebut Thomas setara dengan ledakan lima miliar bom atom Hiroshima, dan debu yang berhamburan ke atmosfer diperkirakan sekitar 100 triliun ton, jika didasarkan pada ketebalan endapan debu bercampur Iridium di seluruh dunia.
 
Logam Iridium juga disebut sebagai kunci terungkapnya asteroid penyebab keberadaan kawah seluas 10 km di semenanjung Yukatan, Meksiko tersebut. Selain hantaman asteroid, kepunahan dinosaurus juga disebut sebagai akibat erupsi gunung berapi di India.
 
Erupsi ini terjadi 400 tahun sebelum hantaman asteroid, mengembuskan gas beracun dan CO2 ke udara, meski embusan ini tidak diyakini menjadi penyebab kepunahan dinosaurus. Penelitian juga menemukan bahwa karbondioksida yang diembuskan gunung berapi dalam volume besar terbentuk di atmosfer.
 
Terjadi 600 tahun setelah asteroid menghantam Bumi, embusan karbondioksida ini dijelaskan peneliti justru meningkatkan suhu Bumi secara perlahan, sehingga kembali dapat mendukung kehidupan.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif