Perangkat satelit bernama Cubesat. (NASA)
Perangkat satelit bernama Cubesat. (NASA)

Pepsi Bakal Pasang Iklan di Angkasa Pakai Satelit

Teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 16 April 2019 11:28
Jakarta: Persaingan eksplorasi angkasa saat ini sudah semakin banyak dilakukan perusahaan teknologi. Hal ini mengundangn beragam investasi bisnis di luar angkasa.
 
Terbaru adalah perusahaam minuman soda Pepsi yang berencana memasang iklan diangkasa dan bisa dilihat oleh masyarakat di Bumi saat malam hari. Dikutip dari Futurism, Pepsi sudah menjalin kerja sama dengan startup asal Rusia bernama StartRocket.
 
Oleh Futurism,teknologi iklan ini disebut sebagai "orbital billboard" karena sifatnya yang serupa papan iklan atau billboard tapi mengorbit di angkasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagaimana teknologi ini bekerja? Disebutkan bahwa StarRocket akan menggunakan perangkat bernama Cubesat terdiri dari beberapa unit yang kemudian ribuan.
 
Dikutip dari penjelasan di video YouTube milik akun resmi NASA, Cubesat merupakan sebuah satelit kecil dengan ukuran yang besar tapi masih bisa digenggam tangan. Cubesat diterbangkan bersama roket dan bisa dipasangkan beragam alat di dalamnya.
 
Kumpulan Cubesat akan terbang membentuk sebuah konstelasi yang akan membentuk sebuah iklan Pepsi. Sifatnya juga seperti rasi bintang, jadi Cubesat akan memantulkan cahaya matahari sehingga bisa terlihat dari Bumi di malam hari atau dini hari.
 
"Orbital billboard adalah revolusi komunikasi pemasaran. Kami setuju bekerja sama dengan Pepsi karena merek ini merupakan inovator minuman energi non-alkohol," tutur perwakilan StarRocket, Olga Mangova. Namun kabarnya hal ini juga mendapat kecaman dari beberapa pihak.
 
Profesor Astronomi di University of Michigan, Patrick Seitzer, memberikan komentar atas rencana ini. Menurutnya proyek yang tidak memiliki misi berkaitan dengan ilmu pengetahuan maupun keamanan nasional justru dinilai tidak bijak.
 
StarRocket kabarnya sudah mulai melakukan uji coba untuk kerja sama dengan Pepsi. Mereka berencana untuk mulai menerbangkannya ke orbit pada 2021. Perusahaan startup tersebut juga diketahui tengah menggalang dana investasi.
 
Tarif sebesar USD20.000 atau senilai Rp281 juta bisa menyediakan layanan beriklan selama delapan jam di angkasa. Tentu saja harga ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan durasi beriklan dengan menggunakan papan billboard di Bumi.
 

 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif