Foto Super Blood Wolf Moon yang diambil dari Prancis. (Photo by GUILLAUME SOUVANT / AFP)
Foto Super Blood Wolf Moon yang diambil dari Prancis. (Photo by GUILLAUME SOUVANT / AFP)

Apa Itu Super Blood Wolf Moon?

Teknologi antariksa poptech
Ellavie Ichlasa Amalia • 22 Januari 2019 12:14
Jakarta:Langit di Amerika, sebagian Eropa, dan Afrika barat tak berawan, memungkinkan para pengamat langit untuk melihat gerhana bulan sempurna. Sayangnya, masyarakat di Afrika timur dan Asia hanya bisa melihat gerhana bulan sebagian.
 
Ratusan orang keluar rumah untuk melihat fenomena alam ini. Tidak heran, gerhana bulan yang baru saja terjadi bukan gerhana bulan biasa. Fenomena yang disebut Super Blood Wolf Moon ini membuat bulan terlihat berwarna kemerahan. Bulan menjadi terlihat berwarna merah karena cahaya matahari melalui atmosfer Bumi.
 
"Sebagian cahaya matari terbiaskan oleh atmosfer Bumi dan mencapai Bulan," kata Walter Freeman, asisten profesor di Syracuse University di New York State, seperti yang dikutip dari BBC. "Sedikit cahaya merah menyinari Bulan, memungkinkan kita untuk melihat Bulan."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
Super Bloon Wolf Moon terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Matahari berada di belakang Bumi sementara Bulan berada di bayang-bayang Bumi, seperti yang bisa Anda lihat pada gambar di atas.
 
Gerhana ini dimulai pada hari Senin, 21 Januari pukul 2.35 GMT atau 7.35 WIB dan berakhir pada pukul 7.49 GMT atau pada 14.49 WIB.
 
Gerhana Bulan ini mendapat nama "super" karena Bulan berada di titik terdekat ke Bumi. Ini membuat Bulan terlihat lebih besar dari biasanya. Jika dibandingkan dengan Bulan biasa, Super Moon terlihat 7 persen lebih besar dan 15 persen lebih terang. Sementara nama "wolf" atau serigala adalah nama untuk Bulan purnama yang terjadi pada bulan Januari.
 
Anda bisa melihat beberapa hasil foto dari Super Blood Wolf Moon di bawah ini.
 

Super Blood Wolf Moon di belakang Katedral Tours di Prancis. (Photo by GUILLAUME SOUVANT / AFP)
 

Super Blood Wolf Moon di atas Gereja St. Elizabeth di Nuremberg, Jerman. (EPA)
 

Super Blood Wolf Moon di dekat Gereja San bernardino, Italia (Photo by MARCO BERTORELLO AFP)
 

Fase gerhana Bulan. Foto diambil di atas Panama City. (AFP)
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi