Gambar komposit dari HP 1. (Gemini Observatory/AURA/NSF; Mattia Libralato of Space Telescope Science Institute)
Gambar komposit dari HP 1. (Gemini Observatory/AURA/NSF; Mattia Libralato of Space Telescope Science Institute)

Ini Penampakan Salah Satu Gugus Bintang Tertua

Teknologi antariksa poptech
Ellavie Ichlasa Amalia • 26 Maret 2019 16:59
Jakarta:Dalam gambar berdefinisi ultra-high yang ditangkap oleh teleskop Gemini South di Chili, terlihat salah satu gugus bintang paling tua di galaksi Bima Sakti. Gugus bernama HP 1 ini membantu para peneliti untuk mengerti bagaimana galaksi tercipta miliaran tahun lalu.
 
"Gambar optik adaptif ultra-tajam dari Gemini Obvservatory memungkinkan kita untuk menentukan umur dari beberapa bintang paling tua di galaksi kita," kata Leandro Kerber dari Universidade de São Paulo (USP) dan Universidade Estadual de Santa Cruz, Brasil dalam pernyataan resmi. "HP 1 adalah salah satu anggota gugus bintang yang ada di bagian dalam galaksi."
 
Untuk melihat gambar HP 1, para peneliti menggunakan teknik yang disebut optik adaptif, yang akan menghilangkan distorsi pada cahaya yang disebabkan oleh atmosfer Bumi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini memungkinkan teleskop untuk melihat bintang dengan sangat detail. Dengan begitu, para peneliti akan bisa menentukan umur bintang. Diperkirakan, gugus HP 1 telah berumur 12,8 miliar tahun, lapor Digital Trends.
 
"Gugus bintang ini seperti fosil tua yang terkubur di Galaksi dan kini kita bisa memperkirakan kapan terbentuknya bintang itu, yaitu ketika galaksi masih sangat muda," kata Stefano Souza, murid Ph.D di USP yang menjadi bagian dari tim riset.
 
"Bintang ini juga merupakan salah satu bintang tertua yang pernah kami lihat."
 
HP 1 adalah gugus bola, yang merupakan sekumpulan bintang yang mengorbit inti galaksi berkat gravitasi. Biasanya, gugus bola berada dekat dengan inti galaksi.
 
Namun, HP 1 dan beberapa gugus lainnya juga bisa ditemukan memiliki jarak yang agak jauh dari inti galaksi. HP 1 tidak memiliki elemen berat seperti metal, yang merupakan salah satu penanda umur objek luar angkasa.
 
"HP 1 memiliki peran penting untuk membantu kita mengerti bagaimana galaksi Bima Sakti terbentuk," kata Kerber. "Ini membantu kita untuk mengerti masa lalu galaksi kita dengan masa sekarang."
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif