James Webb Space Telescope (JWST) akan mengorbit pada matahari, mendekati titik Lagrange kedua di sistem Bumi-Matahari. Teleskop ini akan membutuhkan waktu selama sekitar satu bulan untuk mencapai tujuannya.
Setelahnya, peneliti akan dapat mengintip ke dalam lubang hitam, mengobservasi sejumlah galaksi tertua di alam semesta dan mengevaluasi kemampuan sejumlah exoplanet untuk ditinggali oleh manusia.
NASA bekerja sama dengan badan luar angkasa Eropa dan Kanada untuk mengembangkan projek JWST yang telah mengalami banyak penundaan dalam riwayatnya yang panjang ini. Awalnya, NASA berencana untuk meluncurkan teleskop ini pada tahun 2007 lalu.
Namun permasalahan soal dana memicu teknisi untuk mempertimbangkan kembali teleskop ini pada tahun 2005 lalu. Kala itu, JWST kemudian dideklarasikan telah siap pada tahun 2016, namun proyek ini kembali mengalami penundaan karena kerumitan soal konstruksi.
Teleskop tersebut dirakit pada tahun 2019, namun dunia dilanda pandemik Covid-19, menyebabkan penundaan terkait pengujian dan pengapalan. Setelah JWST akhirnya tiba di lapangan kapal angkasa, NASA menentukan tanggal peluncuran pada tanggal 18 Desember lalu.
Namun, NASA kembali menunda peluncuran hingga tanggal 25 Desember ini, akibat inspeksi akhir dan kondisi cuaca yang kurang mendukung. Teleskop ini disebut akan membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum mengirimkan hasil temuannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News