Ultraman Diadaptasi Netflix dengan Tampilan Baru

Cahyandaru Kuncorojati 30 November 2018 11:27 WIB
netflix
Ultraman Diadaptasi Netflix dengan Tampilan Baru
Ultraman versi Netflix.
Jakarta: Netflix bakal kembali mengadaptasi anime populer Jepang dalam koleksinya.

Dikutip dari Slashfilm, pada katalog tayangan di Netflix muncul film berjudul Ultraman yang sayangnya belum bisa diakses untuk melihat informasinya.

Netflix mengunggah video trailer dari Ultraman ke akun YouTube mereka. Selama ini mungkin kita terbiasa mengetahu bahwa Ultraman ditampilkan dengan gaya tokusatsu. Kini anime tersebut bakal ditampilkan dalam gaya CG-animated series.


Berbeda dengan seri Ultraman tokusatsu, di anime yang digarap oleh Netflix ini Ultraman diperlihatkan tampil dengan kostum yang lebih menyerupai armor robot. Cerita yang disajikan juga akan berbeda dari seri terdahulu.



Karakter Ultraman di Netflix kali ini bukan merupakan anggota pasukan perdamaian Jepang yang bertarung melawan monster. Cerita akan berfokus kepada anak dari karakter bernama Hayata yang merupakan Ultraman.

Hayata diceritakan sudah lanjut usia, tetapi masih harus bertarung dengan sosok jahat yang ingin merebut kekuatan Ultraman. Dalam adegan lainnya, diperlihatkan bahwa kemampuan Ultraman dalam Hayata ternyata diturunkan secara genetik kepada anaknya.

Berdasarkan narasi sepanjang video trailer cerita akan berfokus kepada perjuangan anak Hayata yang menyadari kemampuannya sebagai Ultraman dan membantu sang ayah untuk memerangi kekuatan sosok jahat yang ingin mengambil kekuatan khas Ultraman.

Sayangnya Ultraman tidak bisa disaksikan dalam waktu dekat. Netflix menyebutkan Ultraman akan hadir pada 1 April 2019. Belakangan Netflix tengah agresif menambah tanyangan anime ke dalam koleksinya bahkan menggarap sendiri versi adaptasi anime tersebut.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.