Ilustrasi satelit Europa Clipper. (NASA)
Ilustrasi satelit Europa Clipper. (NASA)

SpaceX Menang Kontrak Terbangkan Satelit NASA ke Bulan Planet Jupiter

Teknologi antariksa teknologi nasa poptech
Cahyandaru Kuncorojati • 26 Juli 2021 10:45
Jakarta: Perusahaan antariksa milik miliarder Elon Musk yaitu SpaceX bisa dianggap menang banyak. Tidak cuma mendominasi misi luar angkasa dalam penerbangan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tapi kini mereka berhasil mengantongi kontrak baru dengan NASA.
 
SpaceX dikabarkan baru saja mendapatkan kontrak dari NASA untuk misi eksplorasi Planet Jupiter namun bukan pada planet tersebut melainkan Bulan yang memutarinya dan bernama Europa.
 
Dikutip dari Space.com, SpaceX berhasil mengantongi kontrak senilai USD178 juta untuk dipercaya mengirimkan satelit observasi NASA bernama Europa Clipper. Satelit ini dibangun dengan dana yang besar yaitu senilai USD4,25 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Roket SpaceX yang digunakan adalah jenis Falcon Heavy atau yang punya ukuran besar dibandingkan yang digunakan pada misi menuju ISS. Rencananya roket tersebut akan terbang membawa satelit Europa Clipper pada Oktober 2024 dan tiba di garis orbit Planet Jupiter pada April 2030.
 
Tidak cuma jarak tempuhnya yang memakan waktu enam tahun, satelit Europa Clipper juga akan bertugas melakukan pengamatan pada Bulan planet sebanyak lima kali putaran atau sama dengan durasi empat tahun menurut waktu Bumi.
 
Europa sebagai Bulan dari Planet Jupiter memiliki karakteristik yang diklaim bisa mendukung kehidupan makhluk hidup. Benda angkasa tersebut memiliki samudera yang luas dibalik bongkahan es yang menyelimutinya.
 
Informasi yang dikumpulkan Medcom.id mengungkapkan bahwa Europa memiliki ukuran sedikit lebih kecil dari Bulan milik Bumi. Europa merupakan yang terdekat dari 79 Bulan yang mengelilingi Jupiter sekaligus enam Bulan terbesar di tata surya.
 
Meskipun kali ini NASA kembali mengandalkan perusahaan swasta untuk misi antariksanya ternyata justru NASA diklaim bisa menghemat biaya sebanyak USD1,5 miliar. Hal ini disebabkan mereka tidak perlu repot menyiapkan roket peluncur serta roket buatan SpaceX adalah roket daur ulang, bukan sekali pakai.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif