NASA ingin mencegah asteroid menabrak Bumi.
NASA ingin mencegah asteroid menabrak Bumi.

NASA Ingin Cegah Asteroid Tabrak Bumi

Teknologi antariksa nasa poptech
Ellavie Ichlasa Amalia • 01 Mei 2019 10:06
Jakarta:Administrator NASA, Jim Bridenstine mengaku bahwa masyarakat seolah tidak terlalu peduli dengan tabrakan asteroid karena banyaknya film Hollywood yang mengangkat tema itu.
 
Padahal, asteroid jatuh bisa menyebabkan kerusakan yang parah. Misalnya, pada 2013, meteor berukuran 20 meter jatuh di atas kota Chelyabinsk, Rusia. Dengan kecepatan lebih dari 18 kilometer per detik, meteor itu meledak 23 kilometer di atas permukaan Bumi, menurut NASA. Namun, itu tetap menyebabkan kerusakan yang cukup parah.
 
Dikabarkan, meteor itu menyebabkan kerusakan pada ribuan bangunan dan menyebabkan lebih dari 1.500 orang harus dilarikan ke rumah sakit. Semua ini disebabkan oleh puing asteroid yang jatuh, menurut laporan The Next Web.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini bukan kejadian yang jarang terjadi," kata Bridenstine. Menurut salah satu model prediksi, Bumi akan mengalami tabrakan dengan asteroid setiap 60 tahun sekali.
 
Pada abad 20, Bumi menabrak asteroid sebanyak tiga kali. Satu jatuh di Tunguska, Rusia, pada 1908, satu lagi di Brasil pada 1930. Tabrakan di Tunguska menyebabkan kerusakan di 2.000 kilometer kuadrat walau tidak menyebabkan korban meninggal.
 
NASA tengah membuat penyelesaian dari masalah ini. Badan luar angkasa itu memiliki rencana untuk melacak 90 persen asteroid dengan ukuran 140 meter atau lebih besar. Asteroid dengan ukuran itu akan dapat meratakan negra kecil.
 
Memang, ketika asteroid masuk ke atmosfer Bumi, sebagian dari bodinya akan terbakar. Namun, asteroid sebesar 20 meter -- sepertujuh dari asteroid yang ingin NASA bisa lacak -- pun bisa menyebabkan kerusakan yang parah.
 
Belum lama ini, NASA mengumumkan, mereka telah meminta bantuan SpaceX dan CEO Elon Musk. NASA membayar perusahaan itu sebesar USD69 juta untuk membantu mereka memecahkan masalah ini.
 
Dalam misi gabungan pertama, bernama Double Asteroid Redirection Test (DART), SpaceX akan mengirimkan roket untuk mengubah jalur asteroid. Jika sukses, jalur asteroid akan berubah sehingga ia tidak akan menabrak Bumi.
 
Hanya saja, NASA tampaknya tidak bisa menentukan apakah rencana itu akan sukses atau tidak. Sejauh ini, perkiraan NASA akan kemungkinan Bumi bertabrakan dengan asteroid sangat tidak konsisten. Jet Propulsion Laboratory NASA justru menganggap kemungkinan Bumi tertabrak asteroid sangat kecil, berkebalikan dengan pandangan Bridenstine.
 
"NASA tidak tahu asteroid atau komet yang memiliki jalur ke arah Bumi, jadi kemungkinan terjadinya tabrakan besar cukup kecil. Faktanya, dalam beberapa ratus tahun ke depan, kecil kemungkinan ada objek luar angkasa yang akan menabrak Bumi," ungkap JPL.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif