Founder SpaceX, Elon Musk, memamerkan sistem peluncuran Starship.
Founder SpaceX, Elon Musk, memamerkan sistem peluncuran Starship.

SpaceX Pamerkan Sistem Peluncuran Starship

Lufthi Anggraeni • 12 Februari 2022 11:39
Jakarta: Elon Musk telah menyampaikan update pertama besar-besaran untuk pesawat ruang angkasa milik SpaceX, Starship. Dan selama presentasinya, SpaceX memamerkan sistem peluncuran pesawat tersebut.
 
Sistem Starship terdiri dari pesawat ruang angkasa Starship, menumpang pada booster Super Heavy. Mengutip Engadget, SpaceX tengah berupaya untuk membuatnya dengan cepat dan sepenuhnya dapat digunakan kembali sehingga memungkinkan peluncuran ke Bulan dan ke Mars.
 
Setelah meluncur ke luar Bumi, booster akan terlepas dari Starship dan kembali ke menara peluncuran, idealnya akan menjadi lokasi booster tertangkap oleh lengan menara. Sedangkan soal pesawat ruang angkasa, pesawat akan melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan sebelum kembali ke Bumi.
Musk menyebut bahwa secara keseluruhan, booster akan membutuhkan waktu selama enam menit di udara, dua menit untuk naik dan empat menit untuk kembali di menara. Di masa depan, sistem ini dapat digunakan kembali setiap enam hingga delapan jam untuk tiga peluncuran dalam satu hari.
 
SpaceX menyebut temuan sistem yang memungkinkan untuk digunakan kembali secara cepat dan sepenuhnya ini merupakan kunci untuk masa depan, saat manusia mulai melakukan eksplorasi bintang.
 
Musk juga membahas soal pengisian ulang di orbit, bukan pengisian bahan bakar ulang, sebab mesin kendaraan Raptor lebih menggunakan oksigen liquid alih-alih bahan bakar minyak, penting untuk penerbangan berdurasi panjang.
 
Booster Super Heavy, lanjut Musk, mengusung dorongan dua kali lebih kuat dibandingkan dengan Saturn V, roket terbesar yang pernah mengarah ke ruang angkasa hingga saat ini. Pada iterasi saat ini, booster tersebut memiliki 29 mesin Raptor, meski memiliki kapasitas untuk menampung 33 mesin.
 
Soal mesin tersebut, Raptor versi 2 hadir dengan desain berbeda dari generasi sebelumnya, dan menelan biaya produksi separuh dari generasi sebelumnya, dan membutuhkan komponen lebih sedikit.
 
Saat ini, SpaceX mampu memproduksi lima hingga enam mesin per pekan, meski memiliki potensi untuk memproduksi sebanyak tujuh unit hingga bulan depan. Selain berkemampuan membawa ratusan ton muatan, Starship dapat merevolusionerkan perjalanan ruang angkasa jika SpaceX benar-benar meluncurkannya dengan harga terjangkau seperti klaim Musk.
 
Musk mengungkap bahwa peluncuran Starship dapat menelan biaya kurang dari USD10 juta (Rp143,5 miliar) per penerbangan, secara keseluruhan, dalam dua hingga tiga tahun. Hal ini secara signifikan lebih rendah jika dibandingkan dengan Falcon 9 dengan biaya sekitar USD60 juta (Rp860,7 miliar).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif
S