Pertarungan dalam RoboMasters serupa dengan game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) seperti League of Legends atau Dota. Hanya saja, kedua tim akan menggunakan robot untuk menghancurkan markas musuh.
Empat robot infanteri dapat menyerang robot atau markas musuh menggunakan peluru kecil seperti kelereng dari plastik sementara robot hero dan drone akan dapat menggunakan peluru yang lebih besar seukuran bola golf yang dapat memberikan kerusakan lebih besar pada musuh.
Selain itu, kedua tim juga dapat mengumpulkan power-up untuk meningkatkan serangan, pertahanan atau bahkan health mereka. Masing-masing tim harus bisa menggunakan strategi sesuai dengan menggunakan kemampuan unik robot mereka, lapor The Verge.
Semua robot peserta dilengkapi dengan lempeng yang sensitif terhadap tekanan yang dapat mendeteksi benturan dan membedakan serangan dari kelereng plastik dan bola golf. Serangan yang mengenai robot akan mengurangi health mereka. Ketika health robot mencapai angka nol, maka ia akan secara otomatis berhenti.

Masing-masing tim juga dapat mengumpulkan power-up dengan mendatangi kawasan tertentu dari medan pertempuran. Di sini, peserta akan diminta untuk melacak atau menyerang sebuah target yang bergerak. Pertandingan ini berlangsung selama 7 menit. Tim dengan health paling banyak di akhir pertandingan akan dinyatakan sebagai pemenang. Namun, sebuah tim juga bisa menang dengan menghancurkan markas musuh.
Bagi tim yang ikut serta dalam kompetisi ini, salah satu hadiah yang mereka kejar adalah uang sebesar CNYN350 ribu (Rp708 juta), 4 kali lipat lebih besar dari gaji pekerja di Tiongkok. Selain itu, pemenang juga akan bisa memenangkan hati 6 juta orang yang menonton kompetisi ini secara online.
Tidak hanya itu, mereka bahkan akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kontrak kerja dengan DJI, perusahaan pembuat drone yang merupakan penyelenggara kompetisi ini. Selama 2 tahun terakhir, DJI telah mempekerjakan 40 teknisi baru yang mereka temukan dari kompetisi ini.
Sementara itu, keuntungan yang didapatkan oleh DJI adalah kesempatan untuk mendapatkan pekerja bertalenta dalam bidang computer vision dan navigasi otonom. Dua bidang yang kini tengah menjadi topik perhatian banyak perusahaan teknologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News