Berbeda dari pendekatan AI generatif yang berfokus menghasilkan gambar berdasarkan deskripsi pengguna, Canva Craft dirancang untuk memahami kebutuhan desain sejak awal.
Model ini dikembangkan dan dilatih oleh Canva Research, laboratorium riset AI internal perusahaan, dengan memanfaatkan pengalaman Canva dalam menyediakan perangkat desain bagi ratusan juta pengguna.
Canva mengklaim Craft menempati posisi kedua di antara laboratorium AI pembuat gambar paling canggih di dunia menurut DesignArena, platform yang mengevaluasi kualitas model AI untuk desain. Saat pertama kali diperkenalkan, model tersebut berada di peringkat keempat dalam kategori pembuat gambar AI di platform yang sama.
Canva Craft Mengutamakan Komposisi dan Akurasi Teks
Salah satu tantangan AI pembuat gambar adalah menghasilkan visual yang tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga memiliki tata letak dan teks yang sesuai kebutuhan. Masalah ini penting untuk desain poster, materi pemasaran, presentasi, hingga konten media sosial yang membutuhkan penempatan elemen secara presisi.Canva Craft dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Model ini menggunakan arsitektur dua tahap: tahap pertama merencanakan komposisi gambar, sedangkan tahap berikutnya menerjemahkan rencana tersebut menjadi visual beresolusi hingga 2K.
Dalam proses perencanaan, AI menentukan elemen yang perlu ditampilkan, posisi relatif setiap objek, hierarki visual, serta teks yang harus muncul. Pendekatan ini memungkinkan pengguna mengarahkan hasil dengan lebih terperinci tanpa harus mengubah seluruh gambar ketika hanya ingin menyempurnakan bagian tertentu.
Craft mendukung lebih dari 30 rasio aspek, sementara prompt dapat ditulis dalam berbagai bahasa. Canva juga menyebut modelnya mampu menghasilkan teks dalam 55 bahasa.
Menurut Canva, hasil pengujian di DesignArena menempatkan Craft di posisi pertama untuk kategori People & Portraits dan Landscapes & Nature. Model tersebut juga meraih posisi kedua dalam kategori Abstract & Patterns.
Dilatih Menggunakan Template Desain Buatan Manusia
Canva tidak hanya mengandalkan foto sebagai bahan pelatihan Craft. Model ini turut dilatih menggunakan jutaan template dari pustaka Canva, mencakup poster, presentasi, infografis, menu, dan konten media sosial.Pendekatan tersebut membantu model mempelajari hubungan antara tipografi, tata letak, dan hierarki visual. Canva kemudian menyempurnakan kemampuannya melalui evaluasi bersama desainer profesional, termasuk dengan membandingkan lebih dari 25.000 pasang gambar.
“Desain adalah bidang yang paling kami kuasai. Selama lebih dari satu dekade, kami mempelajari cara orang berkreasi dan bekerja bersama para desainer kami untuk memastikan hasilnya tepat. Craft menyatukan semua pengalaman tersebut dalam sebuah model yang berpikir seperti desainer,” ujar Stefani Herlie, Country Manager Indonesia Canva.
Canva juga menyiapkan pengembangan lanjutan untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi model. Dua varian, Craft-fast dan Craft-ultrafast, disebut akan hadir dengan tujuan menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan biaya komputasi lebih rendah.
Cara Mengakses Canva Craft
Pengguna dapat mencoba Canva Craft melalui Dream Lab yang tersedia di panel kiri bawah Canva. Model ini juga dapat diakses developer melalui Public API untuk diintegrasikan ke platform pemasaran, situs e-commerce, pembuat iklan, maupun layanan percetakan.Canva turut merencanakan integrasi Craft dengan Canva MCP agar asisten AI dapat membuat gambar sebagai bagian dari alur kerja otomatis. Fitur tersebut masih akan hadir kemudian.
Untuk aspek keamanan, Craft didukung Perisai Canva, yang mencakup moderasi input dan output, kontrol privasi, serta mekanisme pelaporan konten berbahaya atau menyesatkan.
JJ Fiasson, Head of Generative AI Canva, menyebut Craft sebagai langkah awal untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih baik di Canva. Perusahaan berencana meningkatkan kualitas detail, kontrol, serta kemampuan menangani teks berukuran kecil dan gambar teknis dalam pengembangan berikutnya.