Sony turut mengumumkan pengunduran diri dari ajang MWC 2020, akibat penyebaran virus korona.
Sony turut mengumumkan pengunduran diri dari ajang MWC 2020, akibat penyebaran virus korona.

MWC 2020

Sony Juga Undur Diri dari MWC 2020

Teknologi teknologi Virus Korona sony MWC 2020
Lufthi Anggraeni • 10 Februari 2020 17:57
Jakarta: Beberapa saat setelah Amazon mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri sebagai partisipan di ajang tahunan Mobile World Congress (MWC) 2020 akibat penyebaran virus korona, Sony pun mengikuti jejak perusahaan internet raksasa ini.
 
Nama Sony menambah deret panjang perusahaan teknologi yang mengumumkan mengundurkan diri dari ajang yang dihelat di Barcelona, Spanyol ini, setelah LG, NVIDIA, dan Ericsson. Dalam pernyataannya, Sony menyebut keputusan ini diambilnya setelah mengawasi secara seksama laporan situasi terkait virus korona.
 
Sebagai informasi, penyebaran virus korona ini disebut World Health Organization (WHO) sebagai situasi darurat global pada tanggal 30 Januari 2020 lalu, seperti yang dilaporkan The Verge. Keputusannya ini, disebut didasari oleh fokus utamanya untuk keselamatan dan kesehatan konsumen, mitra, meda dan pegawai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Amazon mengumumkan undur diri sebagai partisipan dari ajang perdagangan teknologi mobile terbesar dunia yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 24 Februari hingga 27 Februari tersebut karena penyebaran virus korona.
 
Amazon tidak memiliki riwayat sebagai perusahaan dengan fokus ke ajang konsumen sebesar MWC. Beda halnya dengan Sony yang kerap memanfaatkan ajang ini untuk mengumumkan perangkat mobile unggulan terbarunya.
 
Pada tahun 2019 lalu, sebagai contoh, Sony mengumumkan ponsel unggulan Xperia 1 di ajang tersebut. Sony menyebut akan mengumumkan perangkat terbarunya secara online via saluran YouTube Xperia pada tahun 2020 ini.
 
Beberapa waktu lalu, GSM Association, pihak penyelenggara MWC, mengeluarkan pernyataan versi pembaruan menjelaskan secara rinci langkah lebih lanjut yang diambilnya terkait dengan penyebaran virus korona.
 
Dalam pernyataannya, GSMA menyebut bahwa pihaknya melarang kehadiran pengunjung dari provinsi Hubei, Tiongkok, lokasi awal penyebaran virus korona. Sedangkan pengunjung dari wilayah Tiongkok lainnya akan diharuskan untuk membuktikan telah keluar dari negaranya selama 14 hari sebelumnya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif