NEWSTICKER
Ilustrasi: Pekerja menyelesaikan pemasangan antena salah satu provider internet (Foto:Antara/Wahyu Putro A)
Ilustrasi: Pekerja menyelesaikan pemasangan antena salah satu provider internet (Foto:Antara/Wahyu Putro A)

Ekspansi ke Jateng, Hypernet Targetkan Pangsa Pasar Naik

Teknologi akses internet Hypernet
Mustholih • 21 Januari 2020 11:41
Semarang: Bisnis jaringan internet berbasis fiber optik di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berpeluang tumbuh pesat. Banyaknya industri yang bermigrasi ke Jateng menjadi salah satu indikator utama bisnis jaringan internet memiliki masa depan cerah di provinsi yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo tersebut.
 
"Jateng masih bagus karena ada perpindahan industri ke Jateng. Itu indikator pertumbuhan industri. Apalagi, sekarang banyak pembangunan infrastruktur baru," kata Vice President of Regional Development Hypernet Alvin Adrianus Kasim, di Semarang, Jawa Tengah, Senin, 20 Januari 2020.
 
Dengan peluang ini, kata Alvin, Hypernet berencana melakukan ekspansi bisnis jaringan internet ke Surakarta dan Yogyakarta. Di Jateng, Hypernet mendirikan kantor cabang di Semarang sejak Agustus 2016.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mudah-mudahan tahun ini kita bisa ekspansi ke Yogyakarta dan Solo buat satellite office. Jadi, tidak cuma di Semarang. Kita tahu Yogyakarta itu kuat di pariwisata. Solo selain pariwisata, juga ada industri," ucap Alvin.
 
Hypernet merupakan perusahaan layanan internet konsultan IT, ISP (Internet Service Provider) dan MSP (Managed Service Provider) Indonesia.
 
Sejauh ini, Hypernet sudah mengantongi 40 pelanggan prioritas dan seratusan pelanggan biasa. Pelanggan Hypernet di Jateng lebih tersegmentasi pada lembaga pemerintahan, industri, kampus, hotel, dan rumah sakit.
 
"Jumlah pelanggan pada 2019 naik 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Alvin.
 
Ekspansi ke Jateng, Hypernet Targetkan Pangsa Pasar Naik
Vice President of Regional Development HypernetAlvin Adrianus Kasim (Foto:Medcom.id/Mustholih)
 
Meski begitu, Alvin mengakui pangsa pasar Hypernet tergolong masih rendah dibandingkan kompetitor di bidang jaringan internet berbasis fiber optik. Di Jateng, Hypernet baru menguasai 10 persen pangsa pasar jaringan internet.
 
"Masih kecil. Tapi target kita coba menaikkan market share menjadi 30 hingga 40 persen," ucap Alvin.
 
Menurut Alvin, ekspansi bisnis menjadi salah satu cara Hypernet menggenjot pangsa pasar di Jateng. "Supaya lebih dekat kepada pelanggan," ujar Alvin.
 
Alvin mengakui persaingan bisnis jaringan internet di Jateng sebenarnya ketat. Namun, Hypernet tidak berniat membuka perang harga dengan kompetitor hanya demi menggaet calon pelanggan.
 
"Daripada perang harga lebih baik kita memberikan pelayanan. Makanya, kita memberikan sertifikasi internal supaya sales kita ketika ketemu pelanggan cukup bangga," ucap Alvin.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif