Uber Pecat 100 Operator Mobil Otonom
Uber memecat 100 operator mobil otonom mereka. (AFP PHOTO / Angelo Merendino)
Jakarta: Uber merumahkan 100 operator mobil otonom mereka di Pittsburgh, Amerika Serikat. Ini sesuai dengan rencana mereka untuk mengecilkan tim mobil otonom mereka setelah terjadi kecelakaan fatal pada bulan Maret.

Perusahaan ride-hailing itu lalu membuka lowongan sebagai mission specialist untuk 55 orang untuk menggantikan 100 operator tersebut. Ini menunjukkan bahwa Uber masih ingin kembali menguji mobil otonomnya di jalan umum, tapi dengan jumlah mobil yang lebih sedikit.

Para pengendara baru ini akan dilatih untuk menguji mobil otonom baik di lintasan khusus ataupun di jalan biasa. Mereka diharapkan akan bisa memberikan masukan teknik yang lebih banyak daripada operator mobil otonom sebelumnya.


Uber pernah menggunakan mission specialist sebelum ini untuk mengoperasikan mobil mereka dalam medan yang sulit dan menguji peralatan baru di lintasan.

"Tim kami tetap berkomitmen untuk mengembangkan teknologi mobil otonom dan kami tidak sabar untuk kembali mengujinya di jalan umum dalam waktu beberapa bulan ke depan," kata juru bicara Uber, seperti yang dikutip dari The Guardian.

Uber menangguhkan operasi mobil otonom setelah terjadi kecelakaan fatal di Arizona, AS pada bulan Maret. Dalam penyelidikan atas kejadian tersebut, diketahui bahwa mobil otonom memang mendeteksi keberadaan sang pejalan kaki, tapi ia terus melaju.

Menurut polisi, operator mobil otonom yang seharusnya mengambil tindakan sedang menonton TV di ponselnya ketika kecelakaan terjadi.

Hal ini membuat Uber dilarang mengoperasikan mobil otonom di Arizona, mendorong Uber untuk menghentikan program pengujian mereka dan memecat 300 karyawannya pada Mei. Uber juga berhenti melakukan pengujian mobil otonom di San Francisco, Toronto dan Pittsburgh akibat dari kecelakaan ini.

Uber megnatakan bahwa mereka berencana untuk kembali melakukan pengujian mobil otonom di Pittsburgh sebelum akhir 2018.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.