Ilustrasi.
Ilustrasi.

MediaTek Klaim Kuasai Pasar Chipset, Bidik 5G Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati • 29 Juli 2021 10:50
Jakarta: MediaTek mungkin dikenal sebagai merek chipset mobile nomor dua di kalangan penggemar gadget dari sejumlah negara termasuk Indonesia namun faktanya justru mereka sukses dari segi bisnis karena berhasil mendominasi pangsa pasar.
 
VP Corporate Marketing MediaTek, Finbarr Moynihan dalam sesi roundtable virtual dengan media mengungkapkan bahwa perusahaannya bertumbuh terus sejak tahun 2019 bahkan pada tiap kuartal. Di tahun 2020 dan tahun 2021 diklaim MediaTek menjadi penguasa pasar chipset.
 
Di data yang dikumpulkan Counterpoint Research pada tahun 2020 hingga April 2021 menunjukan MediaTek konsisten mendominasi pasar chipset. Di tahun lalu MediaTek menguasai market share 32 persen sementara di posisi kedua ada Qualcomm 28 persen dan Apple 15 persen, serta Samsung 11 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada tahun 2021 pangsa pasar MediaTek naik menjadi 37 persen dengan Qualcomm 31 persen, Apple di 16 persen, dan Samsung menjadi delapan persen. Pada seri chipset terbaru MediaTek yaitu Dimensity Series diklaim sudah ada 45 juta unit yang dikirim sebagai suplai ke produsen smartphone.
 
MediaTek Dimensity Series juga menjadi lini chipset 5G yang kini semakin ramai di pasar. MediaTek mengklaim sebanyak lebih dari 30 model smartphone 5G di seluruh dunia sudah menggunakan Dimensity, termasuk di Indonesia. Hal ini membuat MediaTek percaya diri menjadi pendukung pengembangan 5G di Tanah Air.
 
“Kita telah berkoordinasi dengan para operator di Indonesia untuk melakukan uji coba jaringan 5G, yang kami lakukan baik secara internal maupun dengan rekanan OEM kami di Indonesia,” ujar Technical Account Manager MediaTek SEA, Chinlin Low.
 
Diketahui bahwa frekuensi jaringan 5G yang ada di Indonesia tergolong berbeda dengan yang sudah diimplementasikan negara lain sehingga butuh pengembangan yang berbeda dan harus didukung oleh kemampuan penyedia teknologi.
 
Meskipun penggunaan jaringan 5G di Asia Tenggara masih rendah namun diprediksi pada tahun 2026 akan ada 400 juta pengguna. Low meyakini Indonesia akan menjadi salah satu negara terbesar dalam penggunaan 5G melihat penetrasi pengguna mobbile device termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif