Menurut pemimpin Asgardia, ilmuwan Rusia bernama Igor Ashurbeyli, satelit ini akan membawa konstitusi Asgardia, benderanya dan juga data yang disimpan oleh warganya, yang mencapai hingga 1,5 juta orang.
Apa itu Asgardia? "Negara" ini pertama kali diumumkan pada 12 Oktober tahun lalu, atau tanggal 5 Oktober, menurut kalender Asgardia. Negara ini memiliki penanggalan sendiri yang memiliki 13 bulan (bulan ke-13 bernama Asgard). Masing-masing bulan terdiri dari 28 hari. Menurut Engadget, sistem penanggalan ini lebih masuk akal dari sistem penanggalan yang ada saat ini.
Menurut situs Asgardia, negara ini mendapatkan lebih dari 100 ribu permohonan kewarganegaraan dalam waktu 40 jam setelah keberadaannya diumumkan. Jika Anda ingin bergabung dengan hampir 200 ribu warga Asgardia, Anda cukup mendaftar di situsnya.
Saat ini, Asgardia dipimpin oleh Ashurbeyli sendiri. Namun, mereka akan mengadakan pemilu Parlemen untuk warga Asgardia mulai hari ini, 24 Juni, 0001 menurut penanggalan Asgardia.
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Hong Kong, Ashurbeyli mengumumkan rencana untuk meluncurkan satelit yang dinamai Asgardia-1. "Asgardia-1 akan menjadi tanda dari awal era luar angkasa baru, membawa warga kami ke luar angkasa, setidaknya dalam bentuk virtual dulu," ujar Ashurbeyli. Dalam situsnya, Asgardia mengatakan, satelit kedua akan diluncurkan tahun depan.
Situs Asgardia juga membahas tentang sejarah peluncuran berbagai satelit, mulai dari Sputnik-1. Namun, mereka juga tidak menyertakan banyak peluncuran satelit, seperti peluncuran semua satelit Vanguard.
Asgardia adalah eksperimen unik untuk menantang pemahaman tentang sebuah negara dan kepemimpinan. Kemungkinan, tidak banyak negara yang akan mengakui Asgardia sebagai negara. Jika Anda bosan menjadi warga negara Indonesia, Anda bisa mencoba untuk menjadi warga negara Asgardia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News