Ilustrasi: NVIDIA
Ilustrasi: NVIDIA

Jepang Bangun Pabrik AI Nasional Pertama di Dunia, Gandeng NVIDIA

Mohamad Mamduh • 17 Juli 2026 11:26
Ringkasnya gini..
  • Infrastruktur yang dinamai NVIDIA Vera Rubin AI Factory akan mengoperasikan 13.750 Vera CPU dan 27.500 Rubin GPU.
  • Tulang punggung FRONTia Project, sebuah inisiatif nasional yang bertujuan mengembangkan model multimodal untuk robotika dan physical AI.
  • Strategi AI Robotika Jepang menargetkan penguasaan 30% pangsa pasar global AI robotika pada 2040, dengan nilai mencapai USD133 miliar.
Jakarta: Jepang resmi meluncurkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) nasional pertama di dunia yang berfokus pada physical AI. Proyek ambisius ini digagas oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang bersama para pemimpin industri dan NVIDIA, dengan dukungan Noetra Corp. 
 
Infrastruktur yang dinamai NVIDIA Vera Rubin AI Factory akan mengoperasikan 13.750 Vera CPU dan 27.500 Rubin GPU, dengan kapasitas pusat data mencapai 140 megawatt. Sistem ini menggunakan platform NVIDIA DSX serta jaringan Spectrum-X Ethernet untuk mendukung pengembangan model multimodal berskala besar.
 
Model dasar ini nantinya akan dibagikan secara terbuka kepada pengembang dan perusahaan di Jepang, lengkap dengan ekosistem perangkat lunak NVIDIA seperti Nemotron, Cosmos, Isaac GR00T, dan pustaka NeMo.

Proyek ini menjadi tulang punggung FRONTia Project, sebuah inisiatif nasional yang bertujuan mengembangkan model multimodal untuk robotika dan physical AI. Dengan memanfaatkan kekuatan data industri dan keahlian manufaktur Jepang, FRONTia diharapkan mampu mempercepat lahirnya agen AI, digital twins, serta aplikasi robotika cerdas yang dapat digunakan lintas sektor.
 
Menteri METI, Ryosei Akazawa, menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam proyek ini. “Dengan memanfaatkan kekuatan Jepang dan bekerja sama dengan inovator dunia, kami akan membangun model multimodal yang andal dan berkontribusi pada penyelesaian tantangan sosial global,” ujarnya.
 
CEO NVIDIA, Jensen Huang, menambahkan, Jepang telah menciptakan manufaktur modern. Kini, mereka membangun pabrik AI yang akan menggerakkan revolusi industri berikutnya.
 
Sementara itu, CEO Noetra Corp, Hironobu Tamba, menekankan skala tantangan yang dihadapi. “Mewujudkan physical AI di dunia nyata membutuhkan komputasi, data, dan teknologi dasar dalam jumlah masif—tantangan yang tidak bisa diselesaikan oleh satu perusahaan saja,” katanya.
 
Strategi AI Robotika Jepang menargetkan penguasaan 30% pangsa pasar global AI robotika pada 2040, dengan nilai mencapai USD133 miliar. Dengan kemampuan melatih model hingga skala triliunan parameter, Jepang berambisi menjadi pusat inovasi robotika dan manufaktur cerdas dunia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA