Melalui pengembangan Business Ontology, Cortex AI Gateway, serta kemampuan baru Snowflake CoCo dan Snowflake CoWork, perusahaan AI Data Cloud tersebut berupaya menghadirkan agen AI yang mampu memahami konteks bisnis, bekerja secara mandiri, dan tetap beroperasi dalam pengawasan perusahaan.
Pengembangan ini ditujukan untuk mendukung konsep agentic enterprise, yaitu organisasi yang memanfaatkan agen AI untuk menjalankan berbagai pekerjaan secara otonom dengan tetap mengikuti kebijakan dan tata kelola yang telah ditetapkan.
Snowflake menilai tantangan utama penerapan agen AI di lingkungan perusahaan bukan lagi sekadar kemampuan mengembangkan teknologi tersebut, melainkan memastikan keandalan, keamanan, dan konsistensi hasilnya ketika digunakan dalam operasional bisnis.
Berdasarkan laporan MIT Technology Review Insights yang disponsori Snowflake, sebanyak 55% eksekutif menyebut kurangnya pemahaman terhadap konteks bisnis sebagai penyebab utama rendahnya kualitas informasi yang dihasilkan agen AI.
Sementara itu, 45% responden mengidentifikasi data yang terfragmentasi atau sulit diakses sebagai hambatan berikutnya. Survei tersebut dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2026 terhadap 400 eksekutif senior bidang data dan teknologi dari berbagai organisasi di delapan sektor industri.
"Perusahaan yang keluar sebagai pemenang bukanlah yang memiliki agen terbanyak. Melainkan mereka yang agennya benar-benar memahami arti bisnis dengan mengakses data yang tepat, mematuhi tata kelola dan guardrails yang ditentukan, serta dapat mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang diambil oleh agen," ujar EVP of Product Snowflake Christian Kleinerman.
Menurut Kleinerman, integrasi konteks bisnis dan tata kelola melalui Snowflake Horizon Catalog menjadi fondasi untuk menghadirkan agen AI yang dapat diandalkan dalam mendukung operasional perusahaan.

Business Ontology Samakan Pemahaman Data Perusahaan
Salah satu inovasi yang diperkenalkan Snowflake adalah Business Ontology, kemampuan baru dalam Horizon Context yang menjadi bagian dari Snowflake Horizon Catalog. Teknologi tersebut dirancang untuk memastikan setiap agen AI, aplikasi, dan pengguna memiliki pemahaman yang konsisten terhadap definisi serta informasi bisnis perusahaan.Sebagai contoh, istilah net revenue atau pendapatan bersih dapat menghasilkan interpretasi berbeda apabila setiap departemen menggunakan definisi maupun sumber data yang tidak sama. Perbedaan tersebut berpotensi menyebabkan agen AI menghasilkan laporan dengan angka yang tidak konsisten, meskipun informasi yang digunakan berasal dari lingkungan perusahaan yang sama.
Melalui Business Ontology, organisasi dapat menetapkan definisi resmi untuk setiap konsep bisnis, menentukan pihak yang bertanggung jawab, serta menghubungkannya dengan sumber data yang relevan.
Snowflake mengintegrasikan kemampuan tersebut dengan Semantic View untuk melakukan perhitungan berdasarkan definisi yang ditetapkan, serta Cortex Sense untuk membantu menyimpulkan konteks yang belum didefinisikan.
Perusahaan juga dapat memigrasikan definisi bisnis dari katalog pihak ketiga maupun spreadsheet melalui sesi terpandu menggunakan Snowflake CoCo. Setiap perubahan definisi akan dicatat sehingga dapat ditelusuri kembali untuk kepentingan pengawasan dan audit.
Head of Data Product Engineering dentsu Joe Tobey menjelaskan bahwa konsistensi definisi menjadi semakin penting ketika agen AI digunakan sebagai sarana utama untuk mengakses informasi perusahaan.
Menurutnya, Business Ontology memungkinkan setiap definisi memiliki penanggung jawab yang jelas dan terhubung langsung dengan data yang digunakan, sehingga agen AI dapat memberikan jawaban berdasarkan pemahaman bisnis yang telah disepakati.
Cortex AI Gateway Perkuat Keamanan dan Kendali Biaya
Selain memastikan konsistensi informasi, Snowflake memperkenalkan Cortex AI Gateway sebagai mekanisme pengelolaan terpusat bagi penggunaan agen AI di lingkungan perusahaan. Teknologi ini berfungsi sebagai gerbang yang menerapkan kebijakan keamanan, autentikasi, izin akses, dan pengendalian biaya terhadap interaksi agen AI dengan berbagai model maupun perangkat pendukung.Sebagai bagian dari Snowflake Horizon Catalog, Cortex AI Gateway memungkinkan organisasi menerapkan kebijakan yang konsisten pada koneksi agen lintas layanan cloud, kerangka kerja, dan penyedia teknologi AI.
Ketika agen mengakses data perusahaan melalui server Model Context Protocol (MCP), sistem akan menerapkan kebijakan akses berdasarkan kewenangan yang telah ditentukan. Snowflake juga menghadirkan Cortex AI Gateway Tools untuk memeriksa setiap permintaan penggunaan perangkat atau tool call sebelum dijalankan.
Sementara itu, Cortex AI Guardrails dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap ancaman prompt injection dan jailbreak yang dapat memengaruhi perilaku agen AI. Dari sisi pengelolaan anggaran, fitur cost governance memungkinkan perusahaan mengidentifikasi penggunaan sumber daya berdasarkan tim maupun agen yang menjalankan pekerjaan.
Perusahaan juga dapat menetapkan batas pengeluaran agar penggunaan AI tidak menimbulkan biaya di luar anggaran. Kemampuan Dynamic Model Routing melengkapi pengelolaan tersebut dengan mengarahkan pekerjaan rutin menuju model AI yang lebih ringan dan berbiaya rendah.
Untuk mendukung pengawasan, Snowflake menyediakan Observability yang mencatat aktivitas agen dalam akun pelanggan. Informasi tersebut dapat dianalisis melalui Agent Trace Intelligence. Adapun Agent Abuse Detection dirancang untuk mengidentifikasi perilaku agen yang melampaui batas kewenangan berdasarkan keseluruhan rangkaian aktivitasnya.
VP of Data and AI Kargo Andy Owens mengatakan Cortex AI Gateway membantu perusahaannya mengetahui tim dan agen yang bertanggung jawab terhadap penggunaan sumber daya AI.
"Kami menjalankan lebih banyak agen dari sebelumnya dan kami mengetahui biaya dari masing-masing agen tersebut," ujar Owens.
Snowflake CoCo dan CoWork Jalankan Tugas Otomatis
Snowflake turut memperluas kemampuan CoCo dan CoWork untuk membantu perusahaan mengotomatisasi berbagai pekerjaan operasional. Snowflake CoCo merupakan agen pemrograman yang ditujukan bagi tim data, sedangkan Snowflake CoWork dirancang sebagai asisten kerja berbasis AI bagi karyawan yang mengelola informasi dan aktivitas bisnis.Melalui CoCo Automations, tim data dapat menentukan alur kerja yang kemudian dijalankan agen secara otomatis berdasarkan jadwal atau frekuensi tertentu. Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk pemeriksaan rutin terhadap kondisi data pipeline, pembuatan laporan mingguan, maupun pekerjaan berulang yang sebelumnya harus diselesaikan secara manual.
Setiap pelaksanaan tugas dilengkapi riwayat aktivitas dan catatan audit, sehingga pengguna dapat memeriksa pekerjaan yang telah dilakukan, menghentikan proses, atau menjalankannya kembali apabila diperlukan.
Snowflake juga memperluas integrasi CoCo dan CoWork melalui Snowflake for Slack serta CoCo for Excel and Sheets. Integrasi tersebut memungkinkan agen AI mendukung pekerjaan melalui aplikasi yang telah digunakan karyawan dalam aktivitas sehari-hari.
Selain itu, kemampuan Skills and Plugin Sharing serta Profiles in CoCo dan Profiles in CoWork memungkinkan konfigurasi dan kemampuan yang dikembangkan satu tim digunakan kembali oleh bagian lain dalam organisasi.
Pengembangan tersebut ditujukan untuk meningkatkan konsistensi proses kerja sekaligus memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam memanfaatkan agen AI sesuai kebutuhan.
Bot AI Tetap Bekerja Meski Pengguna Tidak Aktif
Pengembangan lainnya adalah kehadiran bot CoCo dan CoWork yang dirancang untuk menjalankan pekerjaan secara berkelanjutan di latar belakang. Berbeda dari agen AI yang menunggu instruksi spesifik, bot tersebut dapat mengambil inisiatif berdasarkan tujuan yang telah ditentukan pengguna.Sebagai contoh, pengguna dapat memberikan tujuan untuk menyiapkan materi pengarahan sebelum setiap pertemuan pelanggan atau memastikan kondisi data pipeline tetap terjaga. Setelah menerima tujuan tersebut, bot dapat menyusun rencana dan menjalankan pekerjaan secara mandiri tanpa membutuhkan instruksi berulang.
Snowflake menjelaskan bahwa bot tetap menggunakan hak akses, konteks peran, dan izin yang dimiliki pengguna. Sistem juga dirancang untuk meminta keterlibatan manusia ketika diperlukan keputusan penting maupun persetujuan akhir.
Dengan pendekatan tersebut, Snowflake berupaya mengubah peran agen AI dari perangkat yang hanya merespons pertanyaan menjadi asisten digital yang dapat menangani pekerjaan secara berkelanjutan.
Vice President of Enterprise Data & AI Shelter Mutual Insurance Company Vibhor Gupta mengatakan penggunaan Snowflake CoCo dan CoWork telah membantu perusahaannya mempercepat pemanfaatan data dalam kegiatan operasional.
Menurutnya, Shelter Mutual Insurance Company telah mengoperasikan delapan agen AI dalam tahap produksi dan sedang mengembangkan lebih banyak agen untuk mendukung berbagai kebutuhan bisnis.
Penerapan tersebut memungkinkan informasi berbasis data digunakan dalam proses pengambilan keputusan, mulai dari aktivitas penanganan klaim hingga jajaran eksekutif perusahaan.
Snowflake Dorong Implementasi Agentic Enterprise
Melalui inovasi yang diumumkan dalam Snowflake Expedition 2026, perusahaan berupaya menghadirkan satu platform terpadu untuk mendukung implementasi agen AI dalam skala organisasi.Business Ontology berperan memastikan agen memahami definisi dan konteks bisnis yang digunakan perusahaan, sementara Cortex AI Gateway menyediakan mekanisme pengawasan terhadap akses, keamanan, dan pengeluaran.
Selanjutnya, Snowflake CoCo dan CoWork memanfaatkan fondasi tersebut untuk menjalankan pekerjaan operasional secara otomatis. Snowflake menilai integrasi ketiga kemampuan tersebut dapat membantu perusahaan mengatasi hambatan dalam mengembangkan penggunaan agen AI dari tahap pengujian menuju implementasi yang lebih luas.
Perusahaan juga menekankan bahwa penerapan agen AI membutuhkan keseimbangan antara kemampuan bekerja secara mandiri dan pengawasan memadai. Dengan mengintegrasikan konteks bisnis, pengendalian akses, dan otomatisasi pekerjaan dalam satu lingkungan, Snowflake menargetkan penggunaan AI lebih konsisten, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Meski demikian, sejumlah kemampuan yang diumumkan masih berada dalam tahap pratinjau atau menunggu ketersediaan umum, sehingga penerapannya dapat berbeda sesuai status pengembangan masing-masing produk.
Melalui pendekatan tersebut, Snowflake berupaya memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur data dan AI bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan agen AI untuk mendukung kegiatan bisnis secara berkelanjutan.