Foto: BRIN
Foto: BRIN

Bangun Ekosistem Keantariksaan dan Pemanfaatan Space Ecosystem Terintegrasi

Mohamad Mamduh • 29 November 2025 10:29
Jakarta: Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Prof. M. Rokhis Khomarudin menegaskan bahwa ekosistem keantariksaan nasional masih perlu diperkuat secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan ekosistem keantariksaan untuk memperkuat kapasitas regional serta kolaborasi melalui pemanfaatan space ecosystem yang terintegrasi.
 
Hal tersebut disampaikan Rokhis dalam forum APRSAF Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) ke-31, di Cebu, Filipina, pada 15-20 November 2025. Forum tahun ini mempertemukan lembaga antariksa negara Asia-Pasifik dengan mengangkat tema “Empowering the Region through the Utilization of the Space Ecosystem
 
“Ekosistem keantariksaan di Indonesia masih perlu dibangun dan diperkuat. BRIN sebagai lembaga yang memegang mandat Undang-Undang No. 21 Tahun 2013 harus mendorong penguatan ini, bukan hanya dari sisi riset dan inovasi, tetapi juga regulasi, pemanfaatan, dan pertumbuhan industri antariksa,” ujarnya pada tim humas disela-sela rangkaian kegiatan pada Kamis (20/11).

Rokhis juga menyoroti perlunya mengevaluasi dan memperkuat Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan (Renduk PK) yang diatur melalui Perpres 45 Tahun 2017. Menurutnya, dokumen tersebut perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan nasional. “Renduk yang sudah ada perlu dievaluasi dan diperkuat agar Indonesia tidak tertinggal dalam membangun ekosistem keantariksaan yang modern dan kompetitif,” tambahnya.
 
Dalam salah satu panel diskusi, para peserta membahas bagaimana negara-negara di kawasan dapat memperkuat kolaborasi melalui pemanfaatan space ecosystem yang terintegrasi. Isu kemandirian teknologi, pembangunan industri antariksa, dan penguatan kapasitas nasional menjadi fokus utama pembahasan.
 
Rokhis pun turut mencermati perkembangan pesat di beberapa negara ASEAN. “Kita melihat Filipina dan Thailand sudah melaju cukup cepat dalam membangun space ecosystem mereka. Indonesia harus mengejar ketertinggalan ini, karena jika tidak, kita akan tertinggal jauh dan peran kita dalam penguatan regional bisa berkurang,” jelasnya.
 
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan hubungan erat antara ekosistem keantariksaan dan pertumbuhan ekonomi. “Ketika space ecosystem tumbuh, maka space economy juga akan berkembang. Dan di situ posisi Indonesia di tingkat regional akan semakin diperhitungkan,” tegas Rokhis. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan