Chief Technology Officer LINE Corp Euivin Park.
Chief Technology Officer LINE Corp Euivin Park.

LINE Tak Mau Sembarang Hadirkan Produk

Teknologi teknologi line
Lufthi Anggraeni • 21 November 2019 07:32
Tokyo: Konten berbasis video tengah menjadi tren di kalangan pengguna jejaring sosial, tidak terkecuali pada sejumlah aplikasi pesan instan. LINE yang awalnya dikenal masyarakat Indonesia sebagai aplikasi tersebut mengaku belum tertarik untuk mengikuti jejak pelaku lain.
 
“Dengan kebutuhan pengguna sebagai nilai utama yang kami junjung, kami mempertimbangkan berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan memulai proses pengembangan layanan kami,” ujar Chief Technology Officer LINE Corp Euivin Park.
 
Namun, berdasarkan pengamatannya, LINE menilai bahwa pengguna di Indonesia masih belum memprioritaskan konten berbasis video, sehingga Park menyebut perusahaannya belum berencana untuk menghadirkan produk dengan fokus utama untuk konten berbasis video tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Park mengaku akan mempertimbangkan dan tidak menutup kemungkinan untuk memonetisasi konten video yang saat ini telah dapat diunggah pengguna ke Timeline aplikasi. Park juga menyebut akan mencari model bisnis yang sesuai dengan karakteristik dan kekuatan dari layanan LINE.
 
Meskipun demikian, Park menyebut akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terkait jumlah pengguna yang mengakses video melalui Timeline, dengan menganalisa hasil data yang diperoleh dari proses risetnya.
 
Sementara itu disinggung soal kompetisi di pasar Indonesia, Park menyebut LINE menggunakan strategi berbeda, sebab perusahaannya bukan satu-satunya pemain di ranah aplikasi pesan instan di Tanah Air.
 
Alih-alih hanya terfokus pada aplikasi pesan, LINE mengaku berupaya untuk memahami kebutuhan masyarakat dan menghadirkan layanan guna memenuhi kebutuhan berbasis gaya hidup masyarakat Indonesia tersebut.
 
Pengguna Indonesia dinilai Park sangat terbuka untuk berkomunikasi dengan anggota masyarakat lain yang belum ditemuinya di kehidupan nyata. Selain itu, Park juga menekankan bahwa mayoritas pengguna LINE di Indonesia merupakan remaja, lebih besar jika dibandingkan dengan negara lain.
 
Hal ini, lanjut Park, menjadi salah satu bahan pertimbangan LINE dalam menghadirkan produk dan layanan, dan menekankan bahwa perusahaannya tidak ingin sembarangan dalam meluncurkan produk.
 
Kehati-hatian LINE dalam menghadirkan produk di Indonesia ini secara khusus terkait dengan LINE Brain. Sebagai informasi, LINE Brain merupakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang secara spesifik ditujukan LINE untuk layanan Business to Business (B2B).
 
Park mengaku ingin segera menghadirkan teknologi LINE Brain di Indonesia, namun masih terbentur kendala menyoal bahasa. Selain itu, Park juga berharap dapat mengoptimalisasikan teknologi Optical Character Recognition (OCR) untuk memperluas pasar B2B perusahaannya di Indonesia.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif