Pelanggaran data seperti ini sangat umum terjadi di dunia saat ini. Karena biaya data yang begitu rendah, kesenjangan antara investasi dalam keamanan siber dan harga sebenarnya dari informasi yang dibobol menjadi sangat jelas. Investasi yang efektif dalam pencegahan dan deteksi sangatlah penting.
Investasi yang dibutuhkan bisa di dua bidang berbeda. Bidang pertama tentu saja adalah pencegahan. Rantai pasokan perangkat lunak sangat rumit dan tanpa adanya alat yang diperlukan, hampir mustahil untuk mengetahui seberapa aman perangkat lunak yang telah diterapkan dan apa yang ada dalam Software Bill of Materials (SBOM).
Berbekal informasi tersebut maka dimungkinkan untuk memastikan sistem termasuk semua perangkat lunak sumber terbuka ditambal pada waktu yang tepat. Kedua, investasi dapat digunakan untuk mendeteksi kebocoran data. Tampaknya BKN tidak mendeteksi kebocoran data hingga data tersebut sudah terjual.
"Deteksi pada tahap awal akan memungkinkan respons segera dimulai dan diharapkan dapat mencegah penyelundupan data lebih lanjut karena tidak ada cara untuk mengetahui apakah semua data diambil sekaligus atau dalam jangka waktu yang lama," komentar Ian Hall, Kepala Layanan Klien, APAC untuk Synopsys Software Integrity Group.
Pelanggaran data telah menjadi kenyataan yang nyata dan meluas dalam lanskap digital saat ini, yang menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan siber. Insiden ini menjadi peringatan bagi individu dan dunia usaha untuk memprioritaskan keamanan siber, menekankan perlunya praktik keamanan yang komprehensif, peraturan yang ketat, dan komitmen kolektif untuk melindungi informasi sensitif.
Dalam kasus AS, saat ini terdapat hampir 2,7 miliar arsip dan hal ini mengkhawatirkan. Ini bukan hanya soal angka, tapi jutaan orang yang mungkin menghadapi pencurian identitas, penipuan, dan segala macam masalah. Perusahaan seperti Data Publik Nasional adalah target utama karena mereka menyimpan begitu banyak informasi sensitif.
Sayangnya, ketika penjahat dunia maya semakin pintar, kita akan melihat lebih banyak lagi pelanggaran besar-besaran ini. Jika Anda terkena dampaknya, mulailah dengan mencermati rekening keuangan dan laporan kredit Anda. Bagi dunia usaha, ini adalah pesan yang jelas dan tegas: keamanan siber harus menjadi prioritas utama.
Pemeriksaan keamanan rutin, pelatihan karyawan, dan berinvestasi pada alat keamanan yang kuat bukan lagi sebuah pilihan—hal ini penting. Namun lebih dari sekedar bereaksi terhadap hal ini, kita perlu memulai pembicaraan yang lebih besar tentang privasi dan perlindungan data. Sudah waktunya untuk menerapkan peraturan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang lebih baik untuk memastikan perusahaan benar-benar melindungi informasi kita.
"Kita semua mempunyai peran untuk dimainkan. Setiap orang harus berhati-hati dengan informasi pribadi mereka, dan dunia usaha harus menjadikan keamanan siber sebagai bagian inti dari apa yang mereka lakukan sehari-hari. Dan kita semua harus mendorong perlindungan yang lebih kuat untuk data kita—karena pelanggaran seperti ini seharusnya bukan hal yang biasa," pungkas Akhil Mittal, Konsultan Pelaksana Keamanan Siber di Synopsys Software Integrity Group.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News