Metrotvnews.com, Jakarta: Bertempat di Ritz-Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Virtus Technology Indonesia hari ini, Kamis (30/4/2015) menyelenggarakan seminar keamanan "Virtus Security Day 2015". Ini merupakan acara rutin tahunan sejak 2013 yang diadakan untuk menanggapai tren keamanan siber saat ini.Acara ini juga dihadiri oleh para pelaku keamanan jaringan dari berbagai perusahaan. Tahun ini, tema yang diambil adalah Advanced Threat Evolution dan Future Attack Vectors.
Salah satu topik celah keamanan yang dibahas adalah sinkronisasi token bank yang sempat heboh belum lama ini. Presiden Virtus Toto A. Atmojo menjelaskan, ini merupakan bentuk serangan siber yang semakin kompleks.
Dahulu, peretas atau hacker melakukan serangan dengan satu tujuan, demi menunjukkan eksistensi. Sekarang, celah keamanan jaringan perusahaan bisa membuat oknum tertentu mencuri uang ataupun data sensitif.
Perkembangan bentuk serangan ini membuat perusahaan semakin besar dalam mengalokasikan dana untuk keamanan jaringan perusahaan mereka. "Anggaran untuk keamanan siber secara global mencapai USD46 miliar di tahun 2014," ujar Toto.
Era BYOD membuat celah kemanan siber semakin besar. Hanya saja, di Indonesia memang belum terasa. Ditambah lagi, dia menjelaskan, serangan keamanan tidak hanya tertuju pada perusahaan besar.
"Kalau di Indonesia, serangan siber bisa mengarah ke konsumen yang merasa datanya tidak penting atau uang di rekeningnya sedikit," tambah Toto. "Namun, jumlah pelanggan seperti ini lebih banyak ketimbang menyerang satu perusahaan besar."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News