Penjelasan Qlue Soal Pentingnya Smart City
Acara bertema Menerbangkan Indonesia melalui Teknologi yang diadakan di Grand Studio. (MI / Permana)
Jakarta: Seiring dengan perkembangan ekonomi di Indonesia, banyak warga desa yang ingin mencari pekerjaan di kota.

Urbanisasi ini menyebabkan masalah tersendiri untuk pemerintah kota, seperti sanitasi, sampah, hingga kemacetan. Masalah-masalah inilah yang Qlue ingin coba pecahkan, ungkap Pendiri dan CEO Qlue, Rama Raditya.

"Pada 2014, kami mencoba untuk mengajak warga untuk berpartisipasi dengan melaporkan terkait masalah di lingkungan, seperti jalan rusak, macet, dan sampah," kata pria yang akrab dengan panggilan Rama ini ketika dia menjadi pembicara dalam salah satu acara ulang tahun Metro TV.


"Kami lalu membawa masalah ini ke pemerintah."

Rama menjelaskan, masyarakat bisa memberikan laporan melalui aplikasi Qlue, sementara pihak pemerintah juga memiliki aplikasi untuk menerima dan menindaklanjuti laporan yang diberikan masyarakat.

Pada awalnya, dia mengatakan, jumlah laporan yang Qlue terima tidak banyak. Masyarakat mulai tertarik untuk melapor setelah mereka melakukan gamifikasi.

Setiap pengguna Qlue melapor, mereka akan bisa mendapatkan poin yang bisa dikumpulkan dan ditukarkan dengan berbagai hadiah seperti voucher.

"Laporan warga penting agar pemerintah bisa tahu masalah yang ada," kata Rama. "Masukan untuk pemerintah bisa didapat selain laporan, juga dari sensor dan CCTV."

Dia menyebutkan, ke depan, pemerintah bisa memasang CCTV cerdas, kamera yang sudah dilengkapi dengan kecerdasan buatan sehingga kamera bisa mengetahui jika ada mobil yang diparkir di tempat terlarang.

"Sebuah kota punya ribuan CCTV, jika ditambahan AI, bisa diketahui parkir ilegal, deteksi ngetem, deteksi trafik," katanya.

Misalnya, ketika kamera mendeteksi ada mobil yang diparkir secara ilegal, hal ini akan langsung dilaporkan ke Dinas Perhubungan sehingga mereka bisa menangkapnya. Kamera juga akan dapat mencatat lisensi plat kendaraan.

Rama merasa, implementasi smart city penting karena ini akan memiliki dampak langsung pada masyarakat kota itu sendiri.

Qlue telah digunakan di 15 kota. Salah satunya Jakarta. Rama mengatakan, jumlah laporan terbanyak berasal dari Jakarta Timur dan Selatan dengan masalah sampah sebagai masalah yang paling sering dilaporkan. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.