PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengumumkan selesainya integrasi jaringan.
PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengumumkan selesainya integrasi jaringan.

Indosat Ooredoo Tuntaskan Integrasi Jaringan dengan Tri

Lufthi Anggraeni • 14 April 2023 13:41
Jakarta: Satu tahun setelah menjalani proses merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengumumkan selesainya integrasi jaringan antara kedua perusahaan telekomunikasi ini.
 
Integrasi jaringan ini menjadi fokus utama IOH dan menggunakan teknologi multi operator core network (MOCN). IOH mengumumkan saat ini, integrasi ini telah mencapai 100 persen dari total sekitar 43.000 sites.
 
“Seiring selesainya integrasi sites, kedua brand kini dapat memaksimalkan spektrum frekuensi yang ada untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada seluruh pelanggan,” ujar President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha.

Dengan integrasi jaringan tersebut, IOH mengklaim berbagai peningkatan layanan kini bisa dihadirkan perusahaannya, dari kecepatan dan kualitas jaringan lebih baik, jika dibandingkan dengan saat belum melakukan merger.
 
Rampungnya integrasi ini juga disebut Vikram sesuai dengan target yang dicanangkan perusahaan tersebut pada awal kesepakatan merger, yaitu satu tahun. Vikram menyebut hal ini bisa dicapai tidak lepas dari bantuan mitra.
 
Mitra tersebut termasuk Ericsson, Huawei, dan Nokia sebagai penyedia perangkat radio, serta mitra transmisi, core, infrastructure tower, fiber optic, dan lainnya. Berkat integrasi ini, jaringan IOH menjangkau lebih banyak wilayah, lebih dari 700 kecamatan.
 
Selain itu, rampungnya integrasi jaringan ini diklaim mampu menghadirkan kualitas layanan di dalam ruangan lebih baik untuk tambahan 32 persen populasi, pengalaman internet yang lebih cepat hingga dua kali lipat, serta kecepatan unduh dan latensi lebih baik sekitar 20 persen.
 
Selain itu, IOH juga berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan industri telekomunikasi dan ekonomi digital Indonesia dengan performa solid selama satu tahun pasca-merger sepanjang tahun 2022.
 
IOH mencatat pertumbuhan sangat baik dengan peningkatan total pendapatan sebesar 48,9 persen menjadi Rp46,7 triliun. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp19,4 triliun, naik sebesar 40,2 persen, dengan margin EBITDA tercatat sebesar 41,6 persen.
 
Selain itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,7 triliun. Pada tahun 2022, IOH menyebut pelanggan seluler mengalami peningkatan 62,5 persen menjadi 102,2 juta.
 
Sedangkan, pertumbuhan lalu lintas data IOH sebesar 91,8 persen, berkontribusi pada kenaikan pendapatan data sebesar 61,3 persen dibandingkan dengan tahun 2022 lalu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA