Seorang ahli komputer, Moshe Vardi, bahkan memperkirakan bahwa dalam waktu 30 tahun ke depan, 50 persen populasi dunia akan kehilangan pekerjaannya. Meskipun begitu, sebagian orang berpendapat bahwa keberadaan robot yang dapat dipekerjakan bukanlah hal yang buruk.
Cara kerja robot tentu berbeda dengan manusia. Namun, hal itu bukan berarti sebuah robot dapat mengerjakan tugasnya dengan sempurna. Hal ini terbukti saat tiga restoran di bagian selatan Guangzhou, Tiongkok, memecat semua pekerja robot mereka karena robot-robot tersebut tidak kompeten dan membuat restoran merugi.
Seperti yang dikutip dari Telegraph, dua dari tiga restoran asal Tiongkok tersebut telah menutup bisnis mereka setelah menemukan bahwa para robot pramusaji yang mereka gunakan bahkan tidak dapat melakukan sebuah pekerjaan sederhana seperti menanyakan pesanan pelanggan, menuangkan minuman atau bahkan membawa semangkuk sup.
Tidak hanya itu, sekumpulan robot tersebut juga terus rusak. Setelah mendapatkan banyak protes dari para pelanggan, restoran ketiga itu memutuskan untuk memecat hampir semua pekerja robot mereka dan kembali mempekerjakan manusia. Dari sekumpulan robot yang mereka gunakan, hanya satu yang mereka tidak pecat, lapor Workers' Daily.
"Mobilitas dari staf catering memang hebat. Pada awalnya, kami merekrut 6 robot untuk melayani pelanggan. Tapi setelah satu tahun, kami hanya mempekerjakan satu," kata seorang supervisor di salah satu restoran.
Situs Shanghaiist mengutip perkataan seorang manager, "Kemampuan mereka terbatas. Mereka tidak bisa menuangkan air untuk pelanggan. Mereka juga tidak bisa mengambil pesanan."
Zhang Yun dari Guangdong University of Technology menyebutkan bahwa para robot dapat bekerja dengan baik jika mereka diberikan tugas yang bersifat berulang. Namun, performa mereka akan menjadi bermasalah jika mereka harus berinteraksi dengan manusia.
Pelayan robot mungkin akan merevolusi industri jasa, tapi tampaknya hal ini baru akan terjadi beberapa tahun ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News