Cynthia Breazeal bersama Jibo. (The Washington Post/Matthew Cavanaugh)
Cynthia Breazeal bersama Jibo. (The Washington Post/Matthew Cavanaugh)

Robot Sosial Muncul, Beri Dampak Baik atau Buruk?

Ellavie Ichlasa Amalia • 29 Desember 2015 13:04
medcom.id: Jibo adalah sebuah robot sosial. Ia memiliki dua kamera resolusi tinggi dan dapat mengenali Anda bahkan jika Anda bersama banyak orang lain. Ia juga dilengkapi dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang membuatnya menjadi lebih cerdas dari sebuah smartphone.
 
Dia juga dapat belajar hal-hal yang Anda sukai, layaknya sebuah anjing yang terlatih. Pencipta Jibo, Cynthia Breazeal, memutuskan untuk menjadikan Jibo sebagai sebuah robot dengan kepribadian anak laki-laki yang bersemangat. Meskipun begitu, kepribadian Jibo tidak cukup kuat untuk membuat Anda lupa bahwa ia adalah sebuah robot.
 
Breazeal adalah seorang teknisi bintang di MIT. Dia juga merupakan pelopor di bidang robot sosial. Dia telah mendirikan sebuah perusahaan yang akan memasarkan Jibo dalam beberapa bulan kedepan. Jibo akan dijual sebagai sebuah robot yang memiliki kepribadian.
 
Seperti yang dikutip dari The Washington Post, Breazeal mengatakan bahwa Jibo akan mulai dipasarkan di tahun 2016. Ia akan dihargai USD1,000, meski tidak tertutup kemungkinan harga ini akan berubah.
 
 Robot Sosial Muncul, Beri Dampak Baik atau Buruk?

Lalu, tidakkah Breazeal khawatir teknologi robot saat ini menjadi terlalu canggih? Sebagai seseorang yang bergerak di bidang teknologi, jawaban Breazeal cukup mengejutkan. Dia berkata, saat ini, kita sudah terlalu tergantung pada gadget yang kita gunakan. Dia merasa, keberadaan robot sosial justru akan membantu untuk memecahkan masalah ini. Jibo, dia berkata, akan dapat membantu kita untuk lepas dari kecanduan gadget kita.
 
"Saat ini, kita sedang terjebak dalam dunia serba gadget," kata Breazeal. "Padahal, hidup tidaklah sekedar mengenai gadget. Ada hal lain dalam hidup yang lebih penting dari informasi. Teknologi yang kita perlukan sekarang ini adalah teknologi yang dapat memperkaya hidup kita, yang akan melayani kita."
 
Dia lalu menjelaskan bagaimana Jibo akan dapat mengurangi kecanduan para pecandu gadget. Dia mengatakan, Jibo akan membantu Anda untuk berhenti memainkan gadget dan mulai berinteraksi dengan orang lain, termasuk dengan Jibo.
 
"Jibo akan membantu Anda untuk fokus pada kehidupan dunia nyata..." katanya. "Jibo akan mendukung interaksi manusia secara langsung." Dia juga menjelaskan Jibo adalah sebuah robot yang didesain untuk dengan kepribadian. "Dia tidak memiliki kepribadian yang dingin yang hanya peduli pada informasi."
 
Breazeal sadar bahwa robot buatannya akan mengundang kontroversi. Salah satu orang yang merasa bahwa robot sosial seperti Jibo hanya akan membawa dampak buruk adalah Sherry Turkle, psikolog MIT.
 
Turkle adalah seseorang yang tertarik dengan teknologi. Meskipun begitu, dia merasa perkembangan teknologi digital dalam beberapa dekade belakangan adalah sumber kekhawatiran. Dia merasa, perangkat yang ada sekarang ini dapat menimbulkan kecanduan dan menghilangkan sisi kemanusiaan dari seseorang. 
 
Satu hal yang dia takutkan dari munculnya robot sosial adalah robot tersebut akan digunakan untuk mengasuh anak atau orang-orang tua, sebuah pekerjaan yang seharusnya ditangani oleh manusia. Dia berargumen, gadget yang kita gunakan tidak hanya membuat kita tidak bisa fokus, tetapi juga mengikis hubungan personal antar manusia yang menyebabkan hilangnya rasa empati.
 
"Robot seperti ini akan berpura-pura mencintai Anda, mereka akan berpura-pura seolah mereka adalah teman Anda. Hubunga pura-pura ini, rasa simpati bohong ini memiliki dampak berbahaya untuk anak," kata Turkle.
 
Saat ini, Jibo mungkin tidak dilengkapi dengan program untuk mencintai seseorang, tetapi sama seperti smartphone ia dapat dikustomisasi. Programmer dapat membuat aplikasi untuk Jibo atau robot sosial lainnya.
 
Sebelum ini, muncul ketakutan pekerjaan manusia akan diambil alih oleh robot. Salah satu kunci untuk memastikan Anda tidak digantikan oleh robot adalah kemampuan untuk bersosialisasi, karena robot dirasa masih belum dapat melakukan interaksi dengan manusia lain dengan baik.
 
Dengan adanya robot sosial seperti Jibo, mungkinkah tren ini akan berubah?
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan