Mengutip Gizmochina, peningkatan tersebut termasuk dukungan software jangka panjang dan konfigurasi kamera kelas atas. Perangkat yang sempat muncul di berbagai lembaga sertifikasi seperti Bluetooth SIG dan BIS India ini diperkirakan akan tersedia dalam warna Black dan Purple.
Selain itu, Vivo X200T juga diperkirakan akan dipasarkan sebagai smartphone kelas menengah-atas dengan bekal fitur flagship dengan harga kompetitif. Vivo X200T dikabarkan mengusung layar AMOLED 6,67 inci dengan resolusi 1.5K (2800 × 1260 piksel) serta refresh rate 120 Hz.
Dukungan tersebut diklaim mampu memberikan pengalaman visual halus saat scrolling, bermain game, atau menonton video. Layar ini diprediksi mampu menampilkan warna cerah dan kontras tinggi yang mendukung konten HDR.
Dukungan panel berkualitas juga mencerminkan posisi X200T sebagai perangkat dengan tingkat visual mendekati ponsel flagship, sekaligus sesuai dengan tren konsumen yang kian menuntut kualitas layar superior di berbagai harga.
Menjadi salah satu nilai jual utama Vivo X200T adalah janji dukungan software lebih panjang dibandingkan dengan mayoritas ponsel Android lain. Ponsel ini diperkirakan akan menggunakan Android 16, dengan jaminan hingga lima pembaruan Android besar dan tujuh tahun patch keamanan.
Kebijakan ini menjadi daya tarik tersendiri, karena memberikan keamanan dan pembaruan fitur lebih lama, memperluas umur pemakaian perangkat dalam jangka menengah hingga panjang. Soal dapur pacu, X200T diprediksi didukung MediaTek Dimensity 9400+, chipset kelas atas berbasis teknologi 3 nm.
Chipset ini diklaim mampu menyuguhkan performa tinggi untuk berbagai tugas, termasuk multitasking dan game berat. Perpaduan chipset ini dengan GPU Immortalis-G925 diharapkan membawa pengalaman grafis responsif dan lancar, sesuai dengan kebutuhan konsumen yang aktif menggunakan aplikasi berat maupun gim modern.
Satu hal yang diprediksi menjadi fokus utama dari Vivo X200T adalah konfigurasi kamera belakangnya. Rumor terbaru menyebutkan bahwa perangkat ini akan membawa tiga sensor 50MP dengan lensa Zeiss.
Ketiga sensor tersebut mencakup sensor utama Sony LYT-702 dengan Optical Image Stabilization (OIS)), sensor Samsung JN1 diprediksi sebagai kamera ultra-wide, serta sensor Sony LYT-600 untuk pengambilan gambar telefoto.
Kombinasi tiga kamera 50 MP ini diharapkan memberikan fleksibilitas tinggi dalam fotografi, dari foto lebar hingga detail pada jarak jauh. Untuk kamera depan, Vivo X200T akan berbekal sensor 32MP, ideal untuk foto diri atau selfie dan panggilan video berkualitas tinggi.
Baterai Besar dan Pengisian Cepat Modern
Vivo X200T juga diprediksi berbekal baterai berkapasitas 6200 mAh, mendukung pengisian cepat melalui 90W wired charging dan 40W wireless charging. Kombinasi baterai besar dengan dua metode pengisian ini memungkinkan perangkat lebih fleksibel dalam mengatasi kebutuhan daya harian pengguna yang padat aktivitas.
Selain itu, kombinasi ini sekaligus memberikan kenyamanan tanpa harus sering menunggu pengisian dalam waktu lama. Bocoran lain mengindikasikan bahwa Vivo X200T akan membawa sejumlah fitur modern dan konektivitas lengkap.
Fitur dan konektivitas tersebut termasuk Wi-Fi 7 untuk koneksi internet lebih cepat, Bluetooth 5.4, eSIM support, Ultrasonic in-display fingerprint scanner, serta sertifikasi IP68/IP69 untuk ketahanan terhadap air dan debu.
Dengan fitur ini, Vivo X200T tidak hanya menghadirkan performa dan kamera unggul, tetapi juga dukungan penuh untuk kebutuhan konektivitas masa kini. Sementara itu menurut bocoran terbaru, Vivo X200T diperkirakan akan dipasarkan di India pada akhir bulan Januari 2026, dengan harga sekitar INR50.000 hingga INR55.000, atau sekitar Rp9,5 hingga Ro10,5 juta.
Kendati masih belum tersedia konfirmasi resmi dari Vivo soal tanggal peluncuran global atau harga resmi di Indonesia, nilai spesifikasi yang muncul mengindikasikan bahwa X200T akan menjadi salah satu ponsel dengan kombinasi fitur flagship di segmen harga menengah-atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News