YouTube Music kini mendukung fitur pembuatan playlist berbasis mood menggunakan AI Gemini.
YouTube Music kini mendukung fitur pembuatan playlist berbasis mood menggunakan AI Gemini.

YouTube Music Dukung Pembuatan Playlist Berdasarkan Mood dengan Gemini AI

Lufthi Anggraeni • 11 Februari 2026 16:37
Ringkasnya gini..
  • YouTube Music memperkenalkan mood-based playlist berbasis AI Gemini untuk membuat daftar lagu otomatis dari perintah bahasa alami pengguna.
  • Fitur ini menggabungkan preferensi mendengarkan pengguna dan konteks mood untuk kurasi musik lebih personal.
  • Peluncuran fitur akan bertahap dan tersedia di platform iOS serta Android.
Jakarta: Layanan streaming musik YouTube Music memperkenalkan fitur baru berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) dari Gemini, memungkinkan pengguna membuat playlist secara otomatis berdasarkan mood atau perasaan pengguna secara real time.
 
Mengutip Phone Arena, fitur YouTube Music ini dirancang untuk menyederhanakan proses pencarian dan penyusunan lagu, serta memberikan pengalaman mendengarkan musik lebih personal dan kontekstual. 
 
Pengumuman ini muncul di tengah persaingan yang kian ketat di layanan musik digital, dengan penyedia streaming berlomba menambahkan fitur inovatif untuk menarik dan mempertahankan pengguna. Integrasi kemampuan AI di platform seperti YouTube Music menunjukkan pergeseran tren ke arah pengalaman lebih adaptif dan personal lewat teknologi pintar.

Fitur baru ini memanfaatkan teknologi AI Gemini untuk menganalisis perintah pengguna dan konteks musik, kemudian menciptakan playlist sesuai suasana hati mood yang diinginkan. Misalnya, pengguna dapat memberikan perintah seperti “buat playlist musik santai untuk sore hari” atau “buat playlist semangat pagi”.
 
Kemudian, sistem IBM akan memilih daftar lagu yang paling relevan sesuai deskripsi tersebut. Integrasi Gemini dalam YouTube Music ini memperluas kemampuan recommendation yang selama ini lebih bergantung pada data riwayat mendengarkan dan genre favorit pengguna.
 
Dengan bantuan AI generatif, layanan kini dapat mengenali nuansa dalam perintah pengguna dan menyesuaikan pilihan lagu secara lebih dinamis. Langkah ini juga memperkuat posisi YouTube Music sebagai salah satu layanan streaming yang memanfaatkan inovasi AI secara proaktif untuk meningkatkan pengalaman pencarian dan kurasi musik.
 
Fitur ini akan tersedia secara bertahap dan dikenal lebih kuat dalam menggabungkan preferensi pengguna dengan konteks perintah saat membentuk playlist. Untuk membuat playlist berdasarkan mood, pengguna cukup memasukkan perintah dalam aplikasi YouTube Music.
 
Gemini akan memproses deskripsi tersebut dan menghasilkan daftar lagu secara otomatis. Hasil playlist tersebut kemudian dapat diedit oleh pengguna jika diperlukan, misalnya dengan menambah atau menghapus lagu sesuai selera pribadi.
 
YouTube Music memanfaatkan kekuatan pemodelan bahasa alami AI guna memahami nuansa perintah pengguna. Hal ini berarti pengguna tidak harus memberikan kata kunci baku atau spesifik untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Sistem dirancang supaya lebih intuitif dan mampu menangkap maksud dari ekspresi deskriptif umum.
 
Kendati berbasis AI generatif, YouTube Music menjamin bahwa playlist yang dihasilkan fitur ini tetap mempertimbangkan riwayat mendengarkan, daftar favorit, serta selera musik pengguna. Dengan demikian, lagu yang direkomendasikan tidak sekadar acak berdasarkan deskripsi mood, juga relevan dengan preferensi musikal pengguna individu.
 
Perkembangan ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri layanan musik streaming, dengan penggunaan kecerdasan buatan untuk memberikan pengalaman personalisasi lebih kuat. Sebelum YouTube Music, sejumlah platform sudah memanfaatkan pembelajaran mesin atau machine learning untuk rekomendasi berbasis lagu serupa atau suasana tertentu.
 
Integrasi AI generatif seperti Gemini menunjukkan langkah berikutnya yaitu kurasi musik berkemampuan merespons perintah bahasa alami secara efektif. Analis industri digital memandang fitur seperti ini dapat membantu menjaga keterlibatan pengguna, karena memungkinkan pengguna menemukan musik baru yang relevan dengan suasana hati tanpa penelusuran manual.
 
Hal ini memberi keuntungan kompetitif terhadap platform lain dengan cara menambah nuansa personal dalam rekomendasi musik digital. Sementara itu, YouTube Music belum memberikan pengumuman resmi terkait tanggal pasti ketersediaan fitur ini secara global.
 
Namun, fitur mood-based playlist ini dilaporkan akan diluncurkan secara bertahap kepada pengguna di wilayah tertentu sebelum digulirkan secara lebih luas. Fitur tersebut diperkirakan akan tersedia di versi aplikasi terbaru untuk perangkat iOS dan Android.
 
YouTube Music berharap langkah ini akan memperkuat loyalitas pengguna terhadap layanannya sekaligus menarik pendengar baru yang menginginkan pengalaman mendengarkan musik lebih adaptif dan sesuai konteks. Integrasi AI generatif juga mengindikasikan fokus jangka panjang Google terhadap teknologi pintar dalam layanan digital karyanya secara keseluruhan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA