Ada dua faktor utama yang mendorong ledakan popularitas ini. Pertama, dominasi demografi usia muda yang sangat melek teknologi. Hampir 40% populasi Asia Tenggara berusia di bawah 25 tahun. Kedua, keunggulan Gemini dalam memahami bahasa serta dialek lokal secara alami dan fasih.
Berkat Bahasa Lokal
Laporan mencatat bahwa hampir 70% perintah (prompt) yang diajukan oleh pengguna ditulis dalam bahasa lokal mereka masing-masing, bukan bahasa Inggris. Penggunaan bahasa lokal ini dipimpin oleh Vietnam dengan angka mencapai 89%, disusul Thailand sebesar 87%, dan Indonesia di posisi ketiga dengan 84%.Kefasihan ini divalidasi oleh Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM). Lembaga riset AI Singapore melalui Mark Pereira, Head of Partnerships, Strategy and Growth (AI Products), mengonfirmasi bahwa Gemini merupakan large language model (LLM) dengan performa terbaik secara keseluruhan untuk bahasa-bahasa di Asia Tenggara.
Menurut Pereira, adopsi AI sejati hanya terjadi ketika teknologi terasa alami dan memahami konteks budaya lokal secara mendalam.
Mobile-First dan Multimodal
Masyarakat Asia Tenggara adalah pengguna internet yang sangat mengandalkan perangkat seluler. Sekitar 75% dari total permintaan ke Gemini berasal dari perangkat seluler (mobile devices). Berkat kemudahan ini, interaksi tidak lagi terbatas pada teks. Lebih dari 40% perintah kini menggunakan kombinasi suara, foto, dan video. Bahkan, fitur percakapan suara langsung seperti Gemini Live berkontribusi sebesar 10% dari total interaksi.Di Indonesia, tren mobile-first ini terlihat sangat ekstrem. Sebanyak 82% perintah Gemini di Indonesia dikirim melalui ponsel. Menariknya, 1 dari 2 perintah tersebut sudah melibatkan masukan multimodal seperti unggahan gambar atau pesan suara.
Selain itu, netizen Indonesia juga menonjol dalam hal kreativitas generatif visual. Secara kolektif, pengguna di Indonesia memimpin kawasan dengan menghasilkan hampir 9 juta gambar setiap harinya menggunakan Nano Banana, model pembuat gambar dari Google.
Dari Teman Curhat hingga Ladang Kreatif
Secara umum, sekitar 40% kueri yang masuk ke Gemini meminta asisten AI ini untuk menciptakan sesuatu yang baru, mulai dari dokumen, video, gambar, hingga musik. Selama setahun terakhir, pengguna di Asia Tenggara tercatat telah memproduksi 5 miliar gambar melalui model Nano Banana. Tidak hanya visual, model pembuat musik Lyria 3 juga telah digunakan untuk menciptakan hampir 1 juta lagu di kawasan ini.Di luar fungsi kreatif, Gemini diandalkan sebagai asisten riset praktis untuk merangkum dokumen panjang dan mengolah data yang rumit. Pengguna juga kerap menjadikannya teman diskusi untuk mencari rekomendasi harian, seperti ide kado ulang tahun, rencana perjalanan, hingga solusi masalah teknis.
Kenalkan Gemini Spark
Google kini bersiap melangkah lebih jauh dari sekadar asisten penjawab pertanyaan. Mulai minggu ini, Google menghadirkan fitur AI agent proaktif bernama Gemini Spark dalam bahasa lokal untuk pelanggan Gemini Advanced (Ultra).Gemini Spark dirancang bekerja 24 jam sehari untuk menyelesaikan tugas nyata pengguna secara mandiri. Fitur ini terintegrasi langsung dengan ekosistem Google Workspace seperti Gmail, Docs, dan Slides. Spark dapat bekerja di latar belakang mengelola berbagai dokumen pekerjaan secara proaktif, bahkan saat laptop ditutup atau ponsel terkunci.
Sebelumnya sudah ada fitur lain Canvas untuk pembelajaran mendalam, model visual Nano Banana, serta asisten personal kuantum, Gems.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda