Alasannya sederhana, perangkat ini menawarkan kombinasi layar AMOLED, baterai besar, dan performa yang masih memadai untuk kebutuhan harian dengan harga yang kini jauh lebih terjangkau dibanding saat pertama kali dirilis.
Pada 2026, Redmi Note 10 umumnya diperdagangkan di kisaran Rp900 ribu hingga Rp1,5 juta tergantung kondisi unit dan kelengkapannya. Harga tersebut membuat smartphone ini kembali dilirik oleh pengguna yang membutuhkan perangkat kedua atau smartphone murah untuk aktivitas sehari-hari.
Menariknya, daya tarik Redmi Note 10 tidak hanya datang dari faktor harga. Saat diluncurkan di Indonesia pada 2021, perangkat ini menjadi salah satu model Redmi Note pertama yang mengusung layar AMOLED, fitur yang sebelumnya lebih identik dengan smartphone kelas menengah atas.
Spesifikasi Redmi Note 10
Ketika resmi diperkenalkan ke pasar Indonesia, Redmi Note 10 hadir dengan layar AMOLED 6,43 inci beresolusi Full HD Plus yang dilindungi Gorilla Glass 3. Panel tersebut menjadi salah satu pembeda utama dibanding banyak rival di kelas harga Rp2 jutaan pada saat itu.
Untuk kebutuhan fotografi, Xiaomi membekali smartphone ini dengan empat kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 48 MP, kamera ultra-wide 8 MP, kamera makro 2 MP, serta sensor depth 2 MP. Di bagian depan tersedia kamera selfie 13 MP yang ditempatkan pada desain punch-hole di tengah layar.
Performa Redmi Note 10 ditopang chipset Snapdragon 678 yang dipadukan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Kapasitas penyimpanan juga masih dapat diperluas melalui kartu microSD.
Sementara itu, baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 33W menjadi bekal utama untuk penggunaan sehari penuh. Xiaomi juga menyematkan speaker stereo, sensor sidik jari di sisi bodi, jack audio 3,5 mm, hingga sertifikasi IP53 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air.
Saat pertama kali dipasarkan di Indonesia pada Maret 2021, Redmi Note 10 varian 4 GB/64 GB dibanderol Rp2.499.000. Xiaomi menghadirkannya dalam pilihan warna Lake Green, Onyx Gray, dan Pebble White.
Dengan harga tersebut, Redmi Note 10 menjadi salah satu smartphone AMOLED paling terjangkau yang tersedia secara resmi di Indonesia pada masanya.
Untuk kebutuhan fotografi, Xiaomi membekali smartphone ini dengan empat kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 48 MP, kamera ultra-wide 8 MP, kamera makro 2 MP, serta sensor depth 2 MP. Di bagian depan tersedia kamera selfie 13 MP yang ditempatkan pada desain punch-hole di tengah layar.
Performa Redmi Note 10 ditopang chipset Snapdragon 678 yang dipadukan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Kapasitas penyimpanan juga masih dapat diperluas melalui kartu microSD.
Sementara itu, baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 33W menjadi bekal utama untuk penggunaan sehari penuh. Xiaomi juga menyematkan speaker stereo, sensor sidik jari di sisi bodi, jack audio 3,5 mm, hingga sertifikasi IP53 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air.
Saat pertama kali dipasarkan di Indonesia pada Maret 2021, Redmi Note 10 varian 4 GB/64 GB dibanderol Rp2.499.000. Xiaomi menghadirkannya dalam pilihan warna Lake Green, Onyx Gray, dan Pebble White.
Dengan harga tersebut, Redmi Note 10 menjadi salah satu smartphone AMOLED paling terjangkau yang tersedia secara resmi di Indonesia pada masanya.
Masih Layak Digunakan pada 2026?
Jawabannya, masih, selama ekspektasi pengguna sesuai dengan usia perangkatnya. Untuk aktivitas seperti WhatsApp, media sosial, browsing, navigasi, streaming video, hingga mobile banking, Redmi Note 10 masih mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Layar AMOLED yang dimilikinya juga masih menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan pada sebagian smartphone bekas di rentang harga serupa.
Namun, pengguna perlu mempertimbangkan usia perangkat yang sudah lebih dari lima tahun. Kondisi baterai, kesehatan komponen, serta berakhirnya dukungan pembaruan sistem menjadi faktor penting yang harus diperiksa sebelum membeli unit bekas.
Bagi pengguna yang mencari smartphone murah untuk kebutuhan harian, Redmi Note 10 masih menjadi salah satu opsi menarik di pasar perangkat bekas Indonesia pada 2026.
Layar AMOLED yang dimilikinya juga masih menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan pada sebagian smartphone bekas di rentang harga serupa.
Namun, pengguna perlu mempertimbangkan usia perangkat yang sudah lebih dari lima tahun. Kondisi baterai, kesehatan komponen, serta berakhirnya dukungan pembaruan sistem menjadi faktor penting yang harus diperiksa sebelum membeli unit bekas.
Bagi pengguna yang mencari smartphone murah untuk kebutuhan harian, Redmi Note 10 masih menjadi salah satu opsi menarik di pasar perangkat bekas Indonesia pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News