Ada strategi yang diterapkan perusahaan untuk mengatasi kekurangan telenta digital.
Ada strategi yang diterapkan perusahaan untuk mengatasi kekurangan telenta digital.

Ini Strategi untuk Atasi Kekurangan Talenta Digital di Indonesia

Lufthi Anggraeni • 30 September 2020 17:32
Jakarta: Indonesia dilaporkan masih mengalami krisis akibat kekurangan talenta digital, sebab menurut indeks IMD World Digital Competitiveness, Indonesia menempati urutan ke-56, lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara.
 
Indeks IMD World Digital Competitiveness merupakan laporan pengukuran kapasitas dan kesiapan 63 negara untuk menggunakan teknologi sebagai pendorong utama transformasi ekonomi. Negara di wilayah Asia Tenggara lain yang masuk ke dalam daftar indeks ini yaitu Thailand di urutan ke-40 dan Malaysia di urutan ke-26.
 
Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan minimal sembilan juta talenta digital dalam kurun waktu 15 tahun mendatang, atau sekitar 600 ribu talenta digital baru di tiap tahunnya. Hal ini ditujukan untuk dapat membangun ekosistem digital yang baik di masa mendatang.

Sementara itu menurut survei Telkomtelstra, sebanyak 36 persen pemimpin perusahaan di Indonesia menyatakan bahwa kurangnya talenta di bidang digital menjadi penghambat dalam upaya transformasi bisnis mereka.
 
Sejumlah pihak mencoba mengatasi kelangkaan tenaga ahli di bidang TI ini di Indonesia dengan menerapkan cara perekrutan baru, salah satunya dengan menjadi mitra rekrutmen dari sekolah pemrograman ternama, salah satu Hacktiv8.
 
Sementara itu, untuk menghadapi krisis kekurangan talenta digital di Indonesia, Hacktiv8 menyebut pihaknya memiliki misi untuk mempermudah setiap orang dalam mengakses edukasi dan peluang karir lebih baik.
 
“Hacktiv8 merupakan pelatihan pemrograman pertama di Indonesia yang dapat mentransformasi masyarakat awam menjadi developer siap kerja, dalam waktu 12 minggu. Kurikulum kami selalu diperbaharui setiap empat minggu untuk menyesuaikan dengan demand di industri digital,” ujar CEO Hacktiv8 Ronald Ishak.
 
Hacktiv8 merupakan lembaga pendidikan pertama di Indonesia yang menghapus tantangan finansial bagi murid, dengan menjalankan Income Share Agreement, atau perjanjian bagi hasil. Melalui skema ini, setiap orang dapat mendaftarkan diri untuk belajar di Hacktiv8 secara gratis, tanpa pembayaran di awal.
 
Setelah lulus, alumni disebut baru akan mulai membayarkan cicilan anya setelah menduduki jabatan tertentu dalam perjalanan karir mereka. Sejak tahun 2016, Hacktiv8 telah menyelesaikan sebanyak 67 angkatan kelulusan dengan total murid sebanyak 1.765 orang.
 
Sebagian besar alumni Hactiv8 dilaporkan mendapatkan tawaran pekerjaan dalam durasi tiga hingga empat pekan setelah kelulusan, dengan kisaran remunerasi sebesar Rp10 juta per bulan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA