Honor dilaporkan akan dilepas Huawei dengan nilai transaksi sebesar USD15,2 miliar (Rp212,8 triliun). Transaksi ini dikabarkan akan dilakukan secara tunai dan mencakup seluruh aset Honor, termasuk merek, kapabilitas penelitian dan pengembanga, serta manajemen rantai pasokan.
Laporan transaksi tersebut paling cepat akan diumumkan pada hari minggu mendatang. Sementara itu, Digital China Group Co Ltd sebagai distributor utama Honor akan menjadi salah satu pemegang saham utama Honor Terminal Co Ltd, dengan saham sebesar 15 persen.
Selain itu, Digital China juga bekerja sama dengan Huawei untuk bisnis lain termasuk komputasi awan, dan akan membiayai sebagian besar kesepakatan ini melalui pinjaman bank. Sedangkan tiga perusahaan investasi lain anggota konsorsium ini disebut juga akan menggunakan skema pinjaman guna membeli saham Honor sebesar 10 hingga 15 persen.
Sayangnya, belum ada pihak yang terkait dengan transaksi ini yang memberikan komentar resmi mereka menyoal hal ini. Honor menjadi satu-satunya pihak yang menanggapi hal ini, berupa penolakan untuk memberikan komentarnya.
Sebagai informasi, sejak didirikan pada tahun 2013 lalu, Huawei merupakan pemilik penuh dari merek dan entitas Honor. Dan Xiaomi sempat dikabarkan menjadi salah satu investor yang berminat membeli merek Honor dari Huawei.
Dan sebagai pengingat, Honor menandai tanggal 4 September lalu sebagai tanggal pagelaran acara pengumuman strateginya untuk mendukung transisi konsumen ke kehidupan lebih cerdas. Pengumuman strategi ini menjadi bagian dari gelaran ajang IFA 2020 di Berlin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News