Peneliti akan dapat mempelajari penyakit dengan lebih baik. (Carnegie Mellon University)
Peneliti akan dapat mempelajari penyakit dengan lebih baik. (Carnegie Mellon University)

Peneliti Gabungkan VR dan Mikroskop untuk Teliti Penyakit

Teknologi virtual reality
Ellavie Ichlasa Amalia • 17 Juni 2019 15:27
Jakarta:Teknologi mikroskop 3D dapat membantu peneliti untuk mengakses data yang tidak bisa dipelajari melalui gambar 2D.
 
Menyadari hal ini, para peneliti di Carnegie Mellon University dan Virginia Mason lalu menggabungkan teknologi Virtual Reality dan mikroskopi ekspansi -- yang dapat memperlebar gambar hingga 100 kali lipat -- sehingga mereka bisa mempelajari data sangat kompleks, lapor Engadget.
 
Untuk mempelajari hal itu, peneliti perlu mengambil gambar dari sel, memberikan label, dan mengumpulkan data. Setelah itu, mereka akan menggunakan teknik khusus untuk mengubah informasi yang ada menjadi gambar 3D.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
Para peneliti menggunakan alat yang bernama ExMicroVR untuk melakukan hal tersebut. Teknologi ini bisa menjadi teknologi penting di dunia medis, karena ia akan dapat membantu para peneliti mengerti penyakit dengan lebih baik.
 
Pada akhirnya, hal ini akan memungkinkan peneliti untuk menciptakan cara penyembuhan yang lebih efektif.Melalui alat ini, sebanyak enam peneliti bisa mengakses data yang sama saat bersamaan. Dengan begitu, mereka bisa bekerja sama.
 
Yang paling penting, Carnegie Mellon ingin agar teknologi ini menjadi teknologi yang terjangkau dan bisa digunakan oleh negara-negara berkembang. Itu artinya, para peneliti di negara berkembang tidak memerlukan mikroskop yang mahal atau waktu yang sangat lama untuk memajukan teknologi medis.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif