Rugi Rp61 Triliun, CEO Uber: Kami Bisa Untung Jika Mau

Ellavie Ichlasa Amalia 15 Februari 2018 14:32 WIB
uber
Rugi Rp61 Triliun, CEO Uber: Kami Bisa Untung Jika Mau
CEO Uber, Dara Khosrowshahi. (AFP / SERGIO LIMA)
Jakarta: Uber merugi USD4,5 miliar (Rp61 triliun) tahun lalu. Namun, CEO Dara Khosrowshahi tidak khawatir. Dalam Goldman Sachs Technology and Internet Conference di San Francisco, dia membahas tentang keuangan Uber.

"Kami bisa mengubah cara kami bekerja dan membuat bisnis ini menjadi sangat menguntungkan, tapi ini akan mengorbankan pertumbuhan dan inovasi," kata Khosrowshahi. 

Dia berkata, komitmen Uber di negara-negara berkembang membuat mereka merugi. Dia merasa hal itu sebagai "investasi yang tidak wajib" tapi dia menganggap itu adalah "hal yang benar". Dia mengklaim, Uber tidak akan berhenti menanamkan investasi di Asia dalam waktu dekat, lapor TechCrunch


Pada 2017, pendapatan Uber mencapai USD7,5 miliar (Rp101,7 triliun). Khosrowshahi juga membanggakan, total transaksi di Uber mencapai USD40 miliar (Rp542,6 triliun) dan "pertumbuhan pendapatan 100 persen" yang berarti, pendapatan Uber naik lebih dari dua kali lipat. 

Dalam acara tersebut, Khosrowshahi juga membahas tentang kesan buruk Uber di mata masyarakat, walau dia berkeras bahwa Uber memiliki "orang-orang baik" yang berkomitmen untuk mengubah industri transportasi. "Kita pantas untuk menjadi merek yang sama disukainya seperti Amazon dan Google," katanya. 

Secara garis besar, dia optimistis tentang mobil otonom dan sempat membahas tentang masa depan ketika biaya kendaraan hanya mencapai USD1 (Rp13,5 ribu) per mil, turun dari USD2,5 (Rp34 ribu) per mil saat ini. Dia berkata, mobil otonom adalah "satu-satunya cara untuk menurunkan harga."



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.