Hingga saat ini, informasi detail terkait fitur tersebut belum tersedia, namun fitur ini disebut akan menjadi salah satu pencapaian terbesar Tinder, terlebih mengingat jumlah pengguna layanannya yang telah mencapai jutaan.
Sayangnya, fitur panggilan video dinilai dapat disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab, seperti laporan The Verge. Sebab, pelecehan dan tindak penyalahgunaan dinilai akan lebih sulit disaring melalui fitur video ini, berbanding terbalik dengan pesan berbasis teks.
Namun, tim Tinder diprediksi tengah membangun sistem pendeteksi gambar menyinggung atau tengah mencari mitra untuk menyediakan sistem tersebut. Pengguna disarankan untuk terbiasa dengan ide mengusap layar dan kemudian berbincang dengan pengguna lain via video ketimbang menyaring teman kencan secara langsung.
Match juga dilaporkan memberikan update terkait performa merek yang dinaunginya selama periode pandemik COVID-19, sebab pada periode ini sebagian besar negara menerapkan kebijakan berdiam diri di rumah, sehingga tidak memungkinkan pengguna Tinder bertemu secara langsung.
Match Company menyebut bahwa Tinder mengalami peningkatan jumlah gestur usap setiap harinya, dan mengklaim mencapai statistik tertinggi dalam riwayat operasionalisasinya.
Perusahaan ini juga mencatat peningkatan gestur usap oleh pengguna perempuan di bawah usia 30 tahun sebesar 37 persen pada bulan April lalu, jika dibandingkan dengan pekan terakhir pada bulan Februari.
Angka rata-rata dari pesan harian yang dikirimkan di seluruh produk karyanya, termasuk di Hinge, Match.com dan OkCupid, disebut Match Company 27 persen lebih tinggi pada bulan April jika dibandingkan selama pekan terakhir bulan Februari.
Untuk pengguna dengan usia di bawah 30 tahun, angka rata-rata pesan harian yang dikirimkan mengalami peningkatan sebesar 35 persen. Meskipun demikian, Match Company juga mencatat penurunan jumlah pengguna berbayar pertama kali dari bulan Februari ke bulan Maret, meski angka tersebut masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 lalu.
Tinder juga disebut kembali memperoleh momentum dalam menarik perhatian pelanggan dari bulan Maret hingga April. Aplikasi kencan online ini menyuguhkan sejumlah perubahan pada produk mereka sebagai upaya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkencan.
Dampak secara keseluruhan dari pandemik COVID-19 pada ranah layanan kencan ini diperkirakan baru akan terlihat secara nyata pada akhir tahun 2020 ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News