YouTube demonetisasi video anti-vaksin. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)
YouTube demonetisasi video anti-vaksin. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)

YouTube Hilangkan Iklan dari Video Anti-Vaksin

Teknologi youtube
Ellavie Ichlasa Amalia • 23 Februari 2019 09:28
Jakarta:YouTube telah menghapus iklan dari video yang mempromosikan kampanye anti-vaksin, menyebut konten itu sebagai sesuatu yang berbahaya. YouTube mengonfirmasi hal ini pada BuzzFeed News setelah media itu menghubungi tujuh perusahaan yang tidak sadar bahwa iklan mereka ditampilan di video anti-vaksin.
 
Ini adalah salah satu cara yang telah YouTube lakukan untuk membatasi konten teori konspirasi dan konten bermasalah lain di platform mereka. Contoh akun anti-vaksin yang kini tidak lagi mendapatkan uang dari iklan adalah LarryCook333 dan VAXXED TV dan juga kanal "pengobatan alternatif" iHealthTube, lapor The Verge. Secara keseluruhan, ketiga kanal itu memiliki total pengikut sebanyak 473 ribu orang.
 
"Kami memiliki peraturan ketat yang mengatur video seperti apa yang boleh menampilkan iklan, dan video yang mempromosikan konten anti-vaksin melanggar peraturan itu," ujar juru bicara YouTube. Cara lain yang YouTube lakukan untuk menghindari penyebaran misinformasi tentang vaksin adalah menampilkan tautan artikel Wikipedia ke beberapa pencarian video yang akan menampilkan konten anti-vaksin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setidaknya satu dari tujuh perusahaan yang BuzzFeed hubungi mengaku bahwa mereka telah menarik iklan mereka dari YouTube, Perusahaan penjual vitamin Vitacost mengatakan bahwa mereka melakukan itu karena skandal lain terkait pedofil dan predator anak yang memanfaatkan kolom komentar YouTube untuk berkomunikasi.
 
Bulan lalu, YouTube menyebutkan bahwa mereka akan membatasi jangkauan video teori konspirasi secara umum. Mereka melakukan itu karena ada kekhawatiran bahwa algoritma video yang mereka gunakan justru mengajarkan para pengguna tentang ideologi ekstrem.
 
Belum lama ini, sebuah studi menunjukkan bahwa 29 dari 30 orang yang percaya Bumi datar memercayai hal itu setelah mereka menonton video konspirasi di YouTube.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi