Cloudera mengumumkan temuan survei bertajuk The State of Enterprise AI and Modern Data Architecture.
Cloudera mengumumkan temuan survei bertajuk The State of Enterprise AI and Modern Data Architecture.

Cloudera Evolve 2024 APAC

Hampir 90% Perusahaan Telah Menggunakan AI

Lufthi Anggraeni • 08 Agustus 2024 10:05
Singapura: Cloudera mengumumkan temuan survei bertajuk The State of Enterprise AI and Modern Data Architecture, hasil survei kepada 600 pemimpin IT di wilayah Amerika Serikat (AS), Eropa, Timur Tengah dan Afrika, serta Asia Pasifik.
 
Laporan survei menyoroti tantangan dan hambatan dalam pengadopsian enterprise AI di seluruh perusahaan global dan penerapannya saat ini. Selain itu, survei ini juga mengeksplorasi rencana pengadopsian AI, keadaan infrastruktur data, dan manfaat pengelolaan data hybrid dalam pengadopsian enterprise AI.
 
"Mengelola data di mana data tersebut berada adalah hal yang paling penting dalam pengadopsian AI, sehingga mampu menjalankan model dengan biaya efisien di tempat data tersebut berada. Daripada membawa data ke model, perusahaan mulai menyadari kelebihan dari membawa model AI ke data mereka," ujar Chief Strategy Officer Cloudera, Abhas Ricky. 

Survei ini mengungkap bahwa walaupun mayoritas perusahaan mengadopsi AI dalam kapasitas tertentu, sebanyak 88 persen, masih menghadapi masalah seperti kurangnya infrastruktur data yang dibutuhkan dan skill karyawan untuk mendapatkan benefit maksimal.
 
Selain itu, survei ini juga mendapati bahwa hambatan utama dalam pengadopsian AI adalah kekhawatiran tentang keamanan dan risiko melanggar peraturan, sebanyak 74 persen, tidak memiliki pelatihan cukup atau talenta sesuai untuk mengelola tool AI, sebanyak 38 persen dan tool AI yang terlalu mahal, sebanyak 26 persen.
 
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pengadopsian AI berjalan pesat, banyak pilar penting dalam strategi AI yang tangguh, yang telah diabaikan atau dilupakan. Salah satu temuan penting survei ini adalah bahwa semua upaya AI pada akhirnya dikaitkan kembali dengan data terpercaya.
 
Kendati sebanyak 94 persen responden mengaku mempercayai data mereka, namun sebanyak 55 persen responden juga mengatakan lebih suka mengakses data yang rusak untuk diperbaiki dan diselamatkan, daripada mencoba mengakses semua data perusahaan.
 
Cloudera menyebut rasa frustrasi ini disebabkan oleh beberapa tantangan antara contradictory datasets sebanyak 49 persen, ketidakmampuan mengelola data di semua platform sebanyak 36 persen, dan terlalu banyak data sebanyak 35 persen.
 
Hal tersebut, jelas Cloudera, mengisyaratkan bahwa banyak perusahaan mungkin tidak memiliki arsitektur data modern berkemampuan mengakses seluruh data perusahaan, terlepas dari lokasi data, dengan cara yang aman, bisa diakses, dan terpercaya.
 
Survei ini juga mengungkap bahwa kasus penggunaan utama AI antara lain adalah meningkatkan pengalaman pelanggan sebanyak 60 persen, meningkatkan efisiensi operasional sebanyak 57 persen, dan mempercepat analitik sebanyak 51 persen.
 
Cloudera menyampaikan bahwa perusahaan menerapkan teknologi AI untuk meningkatkan keamanan dan mendeteksi fraud sebanyak 59 persen, mengotomatisasi aspek dalam dukungan pelanggan sebanyak 58 persen, memanfaatkan layanan pelanggan prediktif sebanyak 57, dan mendukung chatbot sebanyak 55.
 
Semua penerapan tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman lebih aman, lebih mudah, dan lebih intuitif, kepada pelanggan. Survei ini juga mendapati bahwa departemen IT bukanlah satu-satunya yang memanfaatkan AI.
 
Sebanyak 52 persen responden melaporkan menggunakan AI untuk layanan pelanggan seperti chatbot yang bekerja lebih baik, dan 45 persen lainnya  mengindikasikan bahwa AI digunakan untuk pemasaran, seperti menganalisis data call center untuk menawarkan insentif yang lebih ditargetkan bagi pelanggan.
 
Sementara itu, sebanyak hampir 80 persen dari responden perusahaan yang memanfaatkan AI menyebut sepenuhnya atau sangat benar bahwa perusahaan mereka menggunakan semua data yang tersedia untuk mengambil keputusan lebih cerdas, dan data ini menyediakan informasi sangat penting, sehingga akses ke semua data perusahaan sangat penting.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan