Microsoft Buktikan Hybrid Cloud Senjata Pamungkas Transformasi Digital

M Studio 29 November 2018 22:28 WIB
microsoft
Microsoft Buktikan Hybrid Cloud Senjata Pamungkas Transformasi Digital
Microsoft menunjukkan mengapa hybrid cloud penting untuk perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital. (AFP / VESA MOILANEN (STR)))
Jakarta: Membahas transformasi digital di kalangan bisnis, selalu identik dengan adopsi teknologi digital secara masif sebagai instrumen bisnis, baik secara layanan dan operasional. Ini juga sejalan dengan era Revolusi Industri 4.0, ketika seluruh sektor bisnis mengadopsi digital.
 
Dalam acara Microsoft Hybrid Cloud Summit yang digelar Microsoft Indonesia, dijelaskan bahwa salah satu instrumen transformasi digital yang akan menjadi alat utama perusahaan dalam mengikuti Revolusi Industri 4.0 adalah hybrid cloud, lewat Microsoft Azure dan Azure Stack.
 
"Microsoft berkomitmen menyediakan solusi dan dukungan sebagai enabler transformasi digital bagi bisnis atau perusahaan Indonesia. Dalam acara ini Microsoft ingin menunjukkan benefit transformasi digital yang bisa dihadirkan dengan menggunakan teknologi hybrid cloud dari Microsoft," ungkap President Director Microsoft Indonesia, Haris Izmee.
 
Kepada peserta acara, Haris menyebutkan Microsoft sudah berbisnis di Indonesia selama 23 tahun dan di bisnis cloud selama enam tahun. Angka investasi lebih dari USD15 miliar (Rp 217 triliun) untuk infrastruktur cloud global, dan keamanan siber cloud lebih dari USD 1 miliar (Rp 14,4 triliun).
 
Teknologi hybrid cloud yang ditawarkan Microsoft Azure dan Azure Stack sebagai solusi bagi perusahaan yang selama ini ragu untuk beralih dari penggunaan data center on-premise ke cloud dengan alasan keamanan siber dan privasi data. Hybrid cloud memadukan public cloud dan private cloud berbasis on-premises.
 
"Sebuah perusahaan atau enterprise bisa menaruh data mereka secara terpisah, misalnya data yang digunakan untuk bisa diakses publik, misalnya aplikasi ditaruh di public cloud supaya pengembangan atau time to market lebih cepat," jelas National Technology Officer of Microsoft Indonesia Tony Seno.
 
Kemudian untuk data yang sifatnya penting dan rahasia perusahaan atau bagian dari core business, bisa ditempatkan di on-premises atau data center milik perusahaan itu, bukan di layanan public cloud yang disediakan oleh pihak ketiga yang lokasi pusat datanya di luar negeri.
 
Di sini kelebihan dan keunikan hybrid cloud Microsoft Azure ditampilkan. Pelanggan teknologi Microsoft ini diberikan paket layanan public cloud serta dari data center Microsoft tapi mereka tetap bisa membangun layanan private cloud berbasis on-premise atau data center mereka sendiri berkat Azure Stack.
 
Di Indonesia, ada beberapa perusahaan yang sudah mengadopsi hybrid cloud Microsoft Azure dan Azure Stack. Kedua teknologi ini juga sudah digunakan untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018, data terkait performa atlet dan data pertandingan ditaruh di public cloud, sementara data pribadi atlet yang berlaga di simpan pada cloud on-premises.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.