AI kembali kalahkan tim profesional. (Quartz)
AI kembali kalahkan tim profesional. (Quartz)

Kecerdasan Buatan Kalahkan Tim Profesional Dota 2

Teknologi games kecerdasan buatan
Ellavie Ichlasa Amalia • 15 April 2019 14:01
Jakarta:Kecerdasan buatan yang dibuat oleh OpenAI, grup peneliti nirlaba yang fokus pada pengembangan AI, berhasil mengalahkan tim Dota 2 profesional OG dalam acara yang diadakan di San Francisco.
 
AI itu berhasil memenangkan dua pertandingan berturut-turut. Pada babak pertama, tim OG berhasil bertahan selama lebih dari 40 menit. Sementara pada babak kedua, AI bisa memenangkan pertandingan dalam waktu kurang dari 20 menit.
 
Namun, tujuan akhir OpenAI bukanlah untuk membuat AI yang ahli bermain game, tapi untuk membuat "Artificial General Intelligence", ungkap Co-founder OpenAI pada Quartz. AGI adalah konsep AI yang bisa belajar dan melakukan berbagai tugas, sama seperti manusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika dibandingkan dengan AI yang ada saat ini, manusia bisa mempelajari berbagai kemampuan baru dengan lebih cepat. Sementara itu, AI OpenAI memerlukan waktu 10 bulan untuk menguasai Dota 2. Selama itu, AI tersebut memainkan simulasi selama 45 ribu tahun permainan.
 
"Meskipun otak manusia basah dan panas dan sering salah, kemampuan komputasinya sangat hebat," kata Altman sebelum pertandingan.
 
Untuk memiliki komputasi yang sama dengan otak manusia, komputer harus memiliki ukuran yang sangat besar, serupa dengan komputer pertama yang dibuat. Dan memang, inilah yang terjadi. Selain hardware-nya sendiri, OpenAI menggunakan berbagai data center dari penyedia layanan cloud untuk melatih AI buatannya, kata Altman.
 
Kemenangan AI pada hari Sabtu ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan bisa menyelesaikan masalah terkait permainan Dota 2. Kini, OpenAI akan berusaha untuk melewati tantangan baru.
 
Filis Wolski, salah satu peneliti di OpenAI, mengatakan bahwa tantangan berikutnya yang mungkin akan mereka coba atasi adalah game yang lebih rumit, seperti game yang mementingkan komunikasi antar pemain dan tidak sekadar mengendalikan karakter yang berbeda.
 
"Kita juga bisa mempersingkat waktu latihan AI ini, yang membutuhkan waktu 10 bulan, mungkin kita bisa mencoba teknik baru sehingga ia hanya memerlukan latihan selama satu bulan, satu minggu, atau bahkan kurang dari itu," kata Wolski.
 
"Satu hal yang harus kita pecahkan adalah jalan mana yang harus kita pilih untuk mengembangkan AI yang lebih kompleks dan semakin mendekati AGI."
 
Menurut Altman, hal lain yang mereka tertarik untuk teliti adalah cara untuk menekan daya komputasi yang diperlukan untuk melatih AI. Dengan begitu, mereka akan bisa menekan biaya yang diperlukan untuk melatih AI.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif