Jakarta: Sejumlah perusahaan besar, startup, dan institusi riset di Jepang tengah mempercepat pengembangan kecerdasan buatan (AI) khusus industri dengan memanfaatkan open model NVIDIA Nemotron.
Institute of Science Tokyo, SoftBank, SB Intuitions, Stockmark, Hitachi, NTT DATA, ENEOS Holdings, avatarin, serta Sakana AI menjadi bagian dari kolaborasi ini. Mereka mengembangkan model bahasa Jepang dan aplikasi industri yang mampu menjawab tantangan demografi, tenaga kerja, hingga transformasi digital.
Institute of Science Tokyo meluncurkan Swallow models yang meningkatkan kemampuan bahasa Jepang dan penalaran, digunakan dalam terjemahan dokumen finansial serta laporan manajemen aset.
SB Intuitions menghadirkan Sarashina series, termasuk Sarashina3 mini, yang dipakai oleh Digital Agency Jepang untuk kasus AI khusus. Sementara itu, SoftBank mengembangkan Large Telecom Model untuk mendukung operasi jaringan otonom.
Di sektor bisnis, Stockmark merilis model pemahaman dokumen berbasis Nemotron 3 Nano Omni, sedangkan avatarin mengembangkan agen AI bahasa Jepang untuk robotika dan layanan enterprise. ENEOS Holdings memanfaatkan Nemotron dalam riset energi dan material, termasuk pencarian dokumen teknis serta simulasi molekuler.
NTT Data meningkatkan akurasi model tsuzumi 2 dengan Nemotron-Personas-Japan, sementara Hitachi mengintegrasikan teknologi IT/OT dengan Nemotron untuk mengoptimalkan proses bisnis skala besar. Sakana AI memperluas platform Fugu dengan Nemotron untuk orkestrasi multi-model yang lebih efisien.
CEO NVIDIA, Jensen Huang, menegaskan pentingnya kemandirian teknologi dalam era AI. “Setiap negara dan perusahaan harus memiliki serta mengendalikan infrastruktur kecerdasan mereka sendiri,” ujarnya.
Menurut Huang, open models memberi kebebasan untuk menyesuaikan, mengamankan, dan menerapkan AI sesuai kebutuhan lokal.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan