Lonjakan kebutuhan komponen untuk pusat data kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama, sementara pembangunan fasilitas semikonduktor baru membutuhkan waktu dan teknologi produksi yang semakin kompleks.
Dikutip dari laporan WCCF Tech, situasi ini terlihat dari strategi perusahaan asal Korea Selatan tersebut. Dalam laporan keuangan kuartal III 2026, SK Hynix mencatat pendapatan 104,6 triliun won, naik 32 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Laba operasionalnya juga meningkat 38 persen menjadi 83,3 triliun won. Kinerja tersebut didorong permintaan kuat terhadap memori bernilai tinggi untuk server dan komputasi AI.
Namun, pertumbuhan pendapatan tidak berarti pasokan sudah mencukupi. SK Hynix mengakui kapasitas produksinya belum mampu mengikuti laju ekspansi pasar AI. Perusahaan memperkirakan permintaan memori akan terus melampaui pasokan selama beberapa tahun ke depan.
Permintaan AI Dorong Produksi DRAM dan HBM
Pusat data AI membutuhkan memori berperforma tinggi untuk menangani pemrosesan data dalam skala besar. Kondisi tersebut meningkatkan permintaan terhadap server DDR5, LPDDR5 SOCAMM, serta High Bandwidth Memory (HBM), termasuk generasi HBM4.SK Hynix berencana meningkatkan produksi DRAM kelas 10 nanometer generasi keenam atau 1c. Perusahaan juga akan memaksimalkan kapasitas fasilitas M15X untuk meningkatkan produksi HBM4.
SK Hynix memperkirakan HBM4 akan melampaui HBM3E dalam volume pengiriman maupun pendapatan pada kuartal IV 2026. Peralihan tersebut menunjukkan bahwa produsen memori harus menyiapkan kapasitas untuk teknologi generasi baru ketika permintaan industri AI terus berkembang.
Di segmen NAND, perusahaan menargetkan proses produksi 321-layer menyumbang lebih dari separuh kapasitas produksi domestiknya pada kuartal IV 2026. SK Hynix juga mengembangkan teknologi High Bandwidth Flash (HBF) untuk mendukung peningkatan throughput AI.
Separuh Kapasitas Produksi 2027–2028 Sudah Terikat Kontrak
Salah satu indikator ketatnya pasokan terlihat dari perjanjian jangka panjang atau long-term agreements (LTA) yang dibuat SK Hynix dengan pelanggan. Perusahaan menyatakan telah menandatangani kontrak dengan 14 pelanggan utama, termasuk penyedia layanan cloud global.Volume yang tercakup dalam perjanjian tersebut setara lebih dari 50 persen total kapasitas produksi SK Hynix untuk 2027 dan 2028. Perusahaan juga sedang membahas kemungkinan memperpanjang masa kontrak dengan sejumlah pelanggan. Perjanjian semacam ini umumnya berlangsung selama lima tahun.
Bagi produsen, kontrak jangka panjang membantu memperkirakan kebutuhan pelanggan dan menjaga kepastian pendapatan. Bagi penyedia cloud, kesepakatan tersebut memberi visibilitas terhadap pasokan komponen yang diperlukan untuk membangun infrastruktur AI.
SK Hynix turut menerapkan mekanisme harga dalam rentang yang disepakati bersama pelanggan dengan mempertimbangkan kondisi pasar. Pendekatan ini dirancang untuk menjaga stabilitas bisnis sekaligus memberi ruang penyesuaian terhadap perubahan pasar.
Penambahan Kapasitas Belum Menjamin Pasokan Cepat Pulih
SK Hynix berencana meningkatkan investasi, termasuk melalui pengoperasian penuh fase pertama fasilitas Yongin pada tahun depan. Meski demikian, skala dan waktu investasi akan disesuaikan dengan permintaan pelanggan, daya saing produk, profitabilitas, dan efisiensi investasi.Bagi industri teknologi, proyeksi ini menandakan bahwa tekanan pasokan memori bukan persoalan yang mudah diselesaikan dalam satu atau dua kuartal. Selama permintaan AI tumbuh lebih cepat daripada kemampuan produsen menambah kapasitas, persaingan mendapatkan memori berpotensi tetap ketat.
SK Hynix belum memastikan bahwa ekspansi produksinya akan mengakhiri kelangkaan sebelum 2030. Artinya, industri perlu bersiap menghadapi pasar memori yang masih terbatas dalam beberapa tahun mendatang.