Counterpoint Research bahkan memperkirakan penurunan akan semakin tajam pada kuartal berikutnya, mencapai 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data awal Counterpoint Research menunjukkan pengiriman PC pada Juli hingga September 2026 juga turun 13,8% dibandingkan kuartal sebelumnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pelemahan pasar bukan hanya terjadi dalam perbandingan tahunan, tetapi juga berlanjut dalam jangka pendek.
Kenaikan biaya komponen menjadi salah satu faktor utama. Ketika harga memori meningkat, produsen menghadapi pilihan sulit antara menaikkan harga jual dan menekan margin keuntungan. Bagi konsumen, terutama yang sensitif terhadap harga, kondisi tersebut membuat penggantian komputer lama semakin sulit dibenarkan.
Lenovo Masih Memimpin, Apple dan Asus Lebih Tahan
Pengiriman PC (global) Q3 2026 dibandingkan Q3 2025.
Di tengah kontraksi pasar, Lenovo mempertahankan posisi sebagai produsen PC terbesar dunia. Perusahaan mengirimkan 15 juta unit pada kuartal III 2026 dengan pangsa pasar 26,3%, meskipun volumenya turun 23% dibandingkan tahun sebelumnya.
HP berada di posisi kedua dengan pengiriman 10,3 juta unit dan pangsa pasar 18,1%. Namun, volumenya merosot 31%, menjadi penurunan tahunan terbesar di antara enam vendor teratas. Dell menyusul di posisi ketiga dengan 7,6 juta unit, turun 25%, dan menguasai 13,3% pasar.
Apple menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik. Pengiriman Mac mencapai 5,6 juta unit, turun 11% secara tahunan. Meski masih mengalami kontraksi, penurunan tersebut lebih kecil daripada penurunan pasar secara keseluruhan. Pangsa pasar Apple pun meningkat dari 8,7% menjadi 9,8%. MacBook Neo membantu menahan penurunan pengiriman perusahaan tersebut.
Asus mencatat kinerja yang juga relatif kuat. Pengirimannya mencapai 5,2 juta unit, turun 7% secara tahunan, tetapi meningkat 19,4% dibandingkan kuartal sebelumnya. Pangsa pasarnya naik dari 7,8% menjadi 9,2%.
Secara gabungan, Lenovo, HP, Dell, Apple, dan ASUS menguasai 76,7% pengiriman PC global. Sementara itu, vendor lain mencatat pengiriman 13,3 juta unit, turun 16% dibandingkan kuartal III 2025.
Harga Memori dan Siklus Penggantian Memperlambat Pasar
Prediksi tren harga memori PC Q3 2025 hingga Q1 2027.
Senior Analyst Counterpoint Research, Minsoo Kang, menilai kenaikan biaya memori dan komponen membuat harga PC semakin sulit dijangkau. Dukungan dari pembelian perangkat untuk kebutuhan bisnis dan migrasi Windows belum cukup kuat untuk mengimbangi pelemahan permintaan konsumen.
Menurut Kang, Apple dan ASUS relatif lebih mampu bertahan berkat portofolio produk dan posisi kompetitif mereka. Namun, kemampuan menjaga harga tetap terjangkau menjadi semakin penting ketika konsumen menunda penggantian perangkat.
Dampaknya tidak berhenti pada kenaikan harga. Ketika produsen lebih mengutamakan konfigurasi yang mampu menanggung kenaikan biaya komponen, pilihan PC dengan harga lebih rendah juga berpotensi menyusut. Akibatnya, konsumen yang sebenarnya membutuhkan perangkat baru bisa memilih mempertahankan komputer lama lebih lama.
Pengiriman PC Diprediksi Turun 27% pada Q4 2026
Counterpoint Research memperkirakan pengiriman PC global akan merosot 27% secara tahunan pada kuartal IV 2026. Sementara itu, pengiriman sepanjang 2027 diproyeksikan relatif datar dibandingkan 2026.Associate Director Counterpoint Research, David Naranjo, menggambarkan situasi tersebut sebagai penyesuaian struktural industri. Produsen harus menjaga margin keuntungan tanpa membuat harga semakin sulit dijangkau konsumen, di tengah siklus penggantian perangkat yang semakin panjang.
Naranjo menilai PC berbasis AI, layar premium, dan produk dengan diferensiasi yang jelas masih menawarkan peluang pertumbuhan. Namun, inovasi saja tidak cukup. Produsen juga perlu menjaga daya saing harga, disiplin rantai pasok, dan nilai yang ditawarkan kepada konsumen maupun perusahaan.
Proyeksi pengiriman yang relatif stabil pada 2027 juga tidak otomatis berarti pasar pulih. Setelah penurunan tajam, kondisi datar lebih menunjukkan bahwa volume penjualan berpotensi bertahan pada tingkat yang lebih rendah.