Untuk menghadapi persaingan, PANDI mengusung sejumlah strategi di tahun 2020 ini, termasuk rebranding.
Untuk menghadapi persaingan, PANDI mengusung sejumlah strategi di tahun 2020 ini, termasuk rebranding.

Strategi Pandi Hadapi Persaingan di 2020

Teknologi teknologi pandi
Lufthi Anggraeni • 31 Januari 2020 17:24
Jakarta: Kemajuan teknologi, salah satunya terlihat dari maraknya penggunaan internet, mendorong Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) untuk menggencarkan upayanya dalam mempopulerkan domain .id.
 
Namun, persaingan di ranah penyedia domain internet saat ini tergolong ketat. Karenanya, PANDI mengusung sejumlah strategi untuk menghadapi persaingan tersebut, salah satunya dengan melakukan perubahan di logo, tagline dan maskot.
 
“Pada logo baru terdapat tiga kombinasi warna, merah melambangkan keberanian, biru artinya trusted dan kredibel, serta hijau yang melambangkan teknologi. Tagline juga diubah menjadi Expressing Your Freedom, dan kata Freedom dapat diganti sesuai dengan keinginan pengguna,” ujar Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo.
 
Selain itu, penggunaan kalimat dalam bahasa Inggris pada tagline PANDI juga disebut Yudho ditujukan agar organisasinya dapat bersaing dan dikenal di kancah internasional. Guna menarik perhatian anak muda, PANDI juga menghadirkan maskot baru terdiri dari empat karakter di keluarga beruang.
 
Keempatnya adalah Mike, Jay, Brown dan Dom, diklaim mewakili nilai yang diusung PANDI yaitu bijak, perhatian, ceria, dan kuat. Selain itu, keempat maskot ini juga akan mewakili ras manusia di seluruh dunia, mewakili misi untuk menjadikan domain yang dikelolanya dikenal oleh kancah internasional.
 
Selain itu pada tahun 2020 ini, PANDI juga bersiap untuk memulai kerja sama dengan sejumlah lembaga atau perusahaan lain. Kerja sama tersebut salah satunya dijalin dengan Pengelola Nama Domain Australia (auDA) dan Pengelola Nama Domain Portugis (DNS.PT).
 
Kerja sama ini berupa pembentukan tim gabungan dalam proyek pengembangan pengelola nama domain untuk Timor Leste yaitu .TL. Selain itu, PANDI juga meluncurkan PANDI Institute sebagai layanan edukasi untuk masyarakat dan mitra industri.
 
Dalam pelaksanaannya, institut yang diklaim berskala global ini bersinergi dengan pemerintah. PANDI juga menyebut tengah berupaya mendaftarkan Top Level Domain dengan menggunakan aksara bahasa Jawa atau Hanacaraka di Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), sehingga dapat digunakan di internet.
 
Sebagai informasi, selama tahun 2019, nama domain .id disebut PANDI mengalami pertumbuhan baik, sebab PANDI mencatat sebanyak 352.905 nama domain .id yang terdaftar di organisasi non-profit tersebut. Angka ini meningkat sebesar 25 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, sebanyak 281.467 nama domain .id.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif