"Berdasarkan investigasi awal kami, termasuk pengujian perangkat oleh perusahaan analis kegagalan pihak ketiga, kami telah memutuskan bahwa Fitbit Flex 2 milik Nona Mitchell tidak bermasalah," ujar juru bicara Fitbit, seperti yang dikutip dari Engadget.
"Pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa ada faktor eksternal yang menyebabkan kerusakan pada perangkat."
Menurut kesimpulan Fitbit, baterai lithium polymer pada Flex 2 tidak mengalami panas berlebih. Biasanya, baterai lithium-ion menjadi alasan mengapa sebuah perangkat meledak, seperti yang terjadi pada Samsung Galaxy Note 7 dan Basis Peak.
Hingga saat ini, Fitbit mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan protes terkait Flex 2 yang meledak. Mereka juga mendorong agar para pengguna wearable tersebut tetap menggunakan fitness tracker itu tanpa perlu merasa takut.
"Kesehatan dan keselamatan dari pelanggan kami adalah prioritas utama. Karena itulah, produk Fitbit didesain dan dibuat dengan standar tinggi dan telah melalui pengujian internal dan eksternal untuk memastikan keamanan pelanggan kami," kata sang juru bicara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News